News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Puasa Intermiten, Apakah Sepadan dengan Kepopulerannya?

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Tampaknya hampir setiap orang melakukan puasa intermiten. Mulai dari para selebriti hingga pekerja kantoran.

CEO Twitter, Jack Dorsey, hanya makan sekali sehari. Dia tidak sarapan atau makan siang, tetapi ia hanya makan di antara pukul 6:30 malam dan 8:30 malam.

Meski puasa intermiten yang diterapkan Dorsey sangat ekstrem dan tidak disarankan, namun puasa jenis ini dipromosikan secara luas. Sejumlah buku yang mengulas puasa intermiten menuliskan bahwa puasa ini menjanjikan energi yang sangat besar, mengoptimalkan berat badan, mengaktifkan sel punca, dan memperlambat penuaan. Ada juga aplikasi puasa intermiten yang merekam pola puasa dan penurunan berat badan. Karenanya, puasa intermiten menjadi fenomena bagi industri diet global yang berkembang pesat senilai $ 189 miliar atau setara Rp 2.646 triliun.

Ketika puasa telah dikenal lama sebagai ibadah beberapa agama dan banyak budaya, puasa intermiten menghadirkan beberapa pertanyaan serius di dunia kesehatan modern saat ini, tak terkecuali mengapa kita harus mengikuti pola diet ini. Pihak yang mendukung metode ini mengatakan bahwa puasa intermiten baik bagi tubuh karena didasari apa yang telah dilakukan nenek moyang primitif kita. Namun, apa sebenarnya puasa intermiten itu dan mengapa kita melakukannya?

Apakah puasa intermiten?

Pola makan yang membatasi asupan kalori selama beberapa jam dalam sehari atau beberapa hari dalam seminggu, puasa intermiten memiliki beberapa ritme yang berbeda.

Salah satu contoh paling umum, dipopulerkan oleh jurnalis sains Michael Mosley, adalah puasa intermiten 5:2. Anda makan sebebasnya selama lima hari dalam seminggu dan membatasi asupan kalori pada dua hari lainnya, biasanya sekitar 500 kkal. Mosley mengatakan metode itu menyembuhkan diabetes tipe 2-nya.

Pembatasan waktu makan, di sisi lain mampu membatasi asupan kalori misal hanya pada satu rentang waktu dalam sehari (biasanya antara delapan hingga 10 jam). Ada juga versi yang lebih ekstrem, yang dikenal dengan istilah "diet prajurit," yang mana kita berpuasa 20 jam tanpa makan dan empat jam diperbolehkan makan sebebasnya. Tetapi karena tidak ada pakar kesehatan yang merekomendasikan metode ini, puasa jenis ini belum ada yang mempelajari.

Prinsip utama puasa intermiten adalah memberikan kadar insulin tubuh cukup waktu untuk diserap di antara waktu makan, sehingga sel-sel lemak kita kemudian dapat melepaskan gula yang tersimpan untuk diubah sebagai energi. Banyak reaksi positif tentang cara diet ini muncul setelah serangkaian penelitian yang sukses dilakukan pada sejumlah tikus. Berat badan mereka turun, tekanan darah stabil, kadar kolesterol dan gula darah turun, hingga mengurangi risiko diabetes tipe 2 dan kanker.

Tetapi berbeda dengan tikus percobaan, manusia jauh lebih sulit untuk mengikuti aturan diet yang ketat dan dalam hal ini mempersulit untuk dilakukannya studi jangka panjang terhadap mereka.

Baca juga: Diet Tapi Boleh Makan Sepuasnya

Yang terbaru?

Salah satu studi terbaru mengenai ini, yang diterbitkan Cell Metabolism, mengungkap pembatasan makan selama 10 jam dalam sehari baik bagi kesehatan orang yang kelebihan berat badan dengan kadar kolesterol, gula darah, dan tekanan darah tinggi. Setelah tiga bulan, para peserta yang menjalani asupan normal dan tidak mengubah apa pun yang mereka makan, berhasil menurunkan sekitar 3% lemak tubuh dan 4% lemak viseral perut.

Pendekatan ritme puasa intermiten 10:14 (makan antara pukul delapan pagi hingga pukul enam malam) efektif untuk orang yang mengidap sindrom metabolik, namun penelitian ini hanya dilakukan sebanyak 19 peserta dalam tiga bulan.

"Itu terlalu sedikit dan terlalu sebentar," ujar Tilman Kühn, seorang ahli epidemiologi gizi dari Pusat Penelitian Kanker Jerman. Kühn menambahkan bahwa penelitian tersebut dinilai tidak memiliki data perbandingan dengan metode diet konvensional.

"Interpretasi saya adalah bahwa orang hanya dapat berhasil dengan dukungan diet profesional," kata Kühn kepada DW.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini