News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Donald Trump Akan Berlakukan Sanksi Ekonomi Tambahan Bagi Iran

Editor: Imanuel Nicolas Manafe
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Update kabar terkini pasca-serangan balas dendam Iran, soal korban jiwa hingga Donald Trump akan buat pernyataan.

Laporan wartawan tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM - Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat (AS) bakal memberikan sanksi ekonomi tambahan bagi Iran.

Sanksi tersebut dikatakan Trump akan diberlakukan sampai pihak Iran beritikad baik untuk menghentikan ambisi nuklirnya.

Baca: Pangkalan Udara AS di Irak Dibombardir, Donald Trump: Iran Tampaknya akan Mundur

"Iran harus meninggalkan ambisi nuklirnya dan mengakhiri dukungannya untuk terorisme," katanya dalam pidato yang disiarkan Gedung Putih, Rabu (8/1/2020).

Trump menegaskan, dunia akan terus mengirim pesan yang jelas dan baik kepada rezim Iran.

Sebab hingga saat ini, Trump menilai ambisi nuklir Iran bertujuan untuk mengkampanyekan teror kepada dunia.

Sehingga, proyek pengembangan nuklir yang masih dijalankan Iran tersebut tidak bisa ditolerir lagi.

"Dunia yang beradab harus mengirim pesan yang jelas dan terpadu ke rezim Iran. Kampanye teror, pembunuhan, dan kekacauan anda (Iran) tidak akan ditoleransi lagi. Itu tidak akan diizinkan untuk maju," tegas Donald Trump.

Sebelumnya, Donald Trump mengatakan Iran tampaknya akan mundur setelah membombardir dua pangkalan udara AS di Irak, tepatnya di Irbil dan Al Asad yang terletak bagian barat dan utara Baghdad.

"Iran tampaknya akan mundur, yang merupakan hal yang baik untuk semua pihak terkait," kata Donald Trump saat berpidato di Gedung Putih.

Dalam serangan rudal balistik Iran itu, Trump mengklaim tidak ada nyawa tentara AS ataupun Irak yang hilang.

Tak hanya itu, serangan rudal yang merupakan balas dendam atas kematian Jenderal Qassem Soleimani dikatakannya hanya membuat pangkalan-pangkalan udara AS di Irak alami sedikit kerusakan.

Lebih lanjut, Presiden AS itu kembali menegaskan bahwa pihaknya, baik dalam segi ekonomi dan militer, memiliki kekuatan yang hebat.

"Kekuatan Amerika, baik militer maupun ekonomi, adalah pencegah terbaik. Fakta bahwa kita memiliki militer dan peralatan hebat ini, tidak berarti kita harus menggunakannya."

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini