News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Amerika Serikat Konfirmasi di Negaranya Ada 5 Kasus Virus Corona

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Adi Suhendi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi: Petugas melakukan pendeteksi suhu tubuh (thermal scanner) saat penumpang pesawat tiba di terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tanggerang, Banten, Rabu (22/1/2020). Kantor Kesehatan Pelabuhan kelas 1 Soekarno Hatta meningkatkan kewaspadaan dengan memasang alat pendeteksi suhu tubuh (thermal scanner) untuk mengantisipasi masuknya virus corona yang berasal dari negara China ke wilayah Indonesia. Tribunnews/Jeprima

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON - Otoritas Kesehatan Federal di Amerika Serikat (AS) menyebut saat ini ada lima kasus yang dikonfirmasi akibat virus corona.

Kepala kantor penyakit pernapasan pada Pusat Pengendalian Penyakit, Nancy Messonnier, Senin (27/1/2020) mengatakan pihaknya saat ini sedang memeriksa sekitar 100 orang yang diduga terinfeksi virus corona di 26 negara bagian.

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan lima orang telah melakukan perjalanan ke Wuhan yang merupakan pusat penyebaran virus corona.

Baca: Ahli Mikro Biologi Sebut Beberapa Jenis Hewan Ini Dapat Sebarkan Virus Corona ke Manusia

Messonier mengatakan ada dua kasus di California dan satu lainnya masing-masing di Arizona, Illinois, dan negara bagian Washington.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah mengambil kebijakan untuk mengevakuasi staf konsulatnya dari Wuhan.

81 orang meninggal dunia

Korban meninggal dunia akibat virus corona di Cina terus bertambah.

Dikutip dari Channel News Asia, Senin (27/1/2020), Departemen Kesehatan Cina mencatat ada 81 orang meninggal dunia akibat virus corona.

Jumlah kasus virus corona di Cina naik sekitar 30 persen menjadi lebih dari 2.700 orang.

Sekitar setengahnya terjadi di provinsi Hubei yang merupakan Ibukota dari Wuhan.

Baca: Wabah Virus Corona Bikin Pasar Saham China Loyo

Perdana Menteri Cina, Li Keqiang mengunjungi pusat kota Wuhan, pusat penyebaran virus corona.

Kunjungan ini sebagai bentuk keseriusan pemerintah Cina mengatasi wabah corona.

Pemerintah Cina juga memperpanjang hari libur tahun baru Imlek selama tiga hari hingga 2 Februari mendatang.

Baca: Video Pria Marah dan Bentak Tim Medis Virus Corona di Wuhan, Merasa Rumah Sakit Abaikan Keluarganya

Hal tersebut dilakukan untuk memperlambat penyebaran virus.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini