News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Mayoritas Dewan Keamanan PBB Kecam Perluasan Operasi Militer Israel di Lebanon

Editor: Garudea Prabawati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KERUSAKAN DI LEBANON - Tangkap layar YouTube AlJazeera Arabic 9 April 2026 memperlihatkan kerusakan yang disebabkan oleh serangan udara Israel di daerah Ain al-Mreisseh di Beirut, Lebanon.

Ringkasan Berita:

  • Mayoritas anggota Dewan Keamanan PBB mengkritik eskalasi militer Israel di Lebanon.
  • Prancis, Rusia, China, dan Inggris menilai operasi Israel memperburuk krisis kemanusiaan dan mengancam kedaulatan Lebanon.
  • Sejumlah negara mendesak penarikan pasukan Israel dan mengutamakan solusi diplomatik.

 

TRIBUNNEWS.COM - Mayoritas anggota Dewan Keamanan PBB pada Senin (1/6/2026) menyampaikan kecaman terhadap perluasan operasi militer Israel di Lebanon.

Kecaman dan kritikan terhadap Israel tersebut disampaikan dalam sidang darurat yang digelar atas meningkatnya eskalasi konflik di wilayah tersebut.

Utusan Prancis untuk PBB, Jerome Bonnafont, mengatakan operasi militer yang terus diperluas Israel berlangsung meski telah ada gencatan senjata yang mulai berlaku pada 17 April di bawah mediasi Amerika Serikat (AS).

Ia memperingatkan bahwa pendudukan baru hanya akan memperdalam konflik dan memicu ketidakstabilan lebih lanjut.

Pandangan serupa disampaikan utusan Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, mengutip Anadolu Agency, selasa (2/6/2026).

Baca juga: Trump Murka pada Netanyahu soal Eskalasi Israel di Lebanon: Kau Benar-benar Gila!

Pihaknya menilai situasi di Lebanon menunjukkan pola yang mirip dengan perkembangan konflik di Gaza.

Rusia mendesak penarikan segera pasukan Israel sebagai syarat utama terciptanya gencatan senjata yang efektif.

Sementara itu, utusan China untuk PBB, Fu Cong, menyebut operasi darat Israel sebagai penetrasi militer terdalam ke wilayah Lebanon dalam lebih dari dua dekade.

Inggris juga mengkritik tindakan yang dinilai tidak proporsional dan memperburuk penderitaan warga sipil Lebanon.

Negara-negara tersebut menegaskan bahwa penyelesaian konflik harus ditempuh melalui jalur diplomatik guna mencegah meluasnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

(*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini