News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Presiden China Xi Jinping Telepon Jokowi

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Joko Widodo bersalaman dengan Presiden RRT Xi Jinping usai melakukan pertemuan bilateral di sela forum internasional APEC di Port Moresby, Papua Nugini, Sabtu (17/11/2018)

Sementara jumlah penderita atau yang terinfeksi virus mematikan itu lebih dari 45 ribu orang di 28 negara.

Angka kematian terbanyak terdapat di China, tepatnya di provinsi Hubei yang menjadi awal munculnya virus corona, yakni sebanyak 1.068 orang.

Kematian di luar China tercatat di Filipina dan Hong Kong, masing-masing satu orang.

18 Bulan Lagi

Organisasi kesehatan dunia atau WHO menargetkan vaksin untuk virus corona tersedia dalam 18 bulan ke depan.

"Vaksin pertama untuk Coronavirus ditargetkan tersedia dalam 18 bulan, namun kita tetap maksimal dalam penanganan dan pencegahan wabah," ujar Direktur Jenderal WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa, Swiss.

Ia mengatakan, tim peneliti memerlukan waktu pengembangan penelitian yang cukup lama untuk menghasilkan vaksin untuk virus corona.

Saat ini, lebih dari 400 peneliti dari seluruh dunia berusaha menemukan vaksin tersebut.

"Para ilmuwan, perusahaan swasta dan pemerintah di seluruh dunia berlomba untuk mengembangkan vaksin untuk melawan virus corona baru," ungkapnya.

Sementara itu juru bicara WHO Christian Lindmeier menjelaskan, ada tiga tahap utama dalam pengembangan vaksin ini.

Pertama, tim peneliti harus mengidentifikasi komponen terbaik untuk vaksin. Kemudian, melakukan uji coba pada hewan dan manusia.

Dan ketiga, ketika vaksin berhasil, maka akan diproduksi dan bisa memakan waktu enam hingga sembilan bulan.

Tedros menyampaikan wabah virus corona di China menimbulkan ancaman yang sangat serius bagi dunia dan harus dipandang sebagai 'musuh publik nomor 1'.

Ia mendesak negara-negara di dunia untuk meningkatkan langkah-langkah dalam mendeteksi dan mengendalikan virus corona, terutama di 30 negara dengan sistem kesehatan yang lebih lemah.

Di negara-negara tersebut, virus ini disebut dapat menciptakan 'kekacauan'. (tribun network/rin/kps/coz)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini