News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

WHO Puji Penanganan Iran Hadapi Covid-19 di Dunia, Sebut Negara Lain Harus Mencontoh

Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyemprotkan cairan disinfektan di Masjid Hablul Muttaqin, Jalan Pejambon, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (6/3/2020). Kegiatan penyemprotan yang dilakukan DMI tersebut dalam rangka menjaga kebersihan Masjid-masjid untuk mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19). (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha)

Persediaan peralatan medis itu seharga 300.000 USD atau sekira Rp 4 Miliar dalam kurs Indonesia.

Otoritas yang menangani anggaran Iran mengalokasikan 5,5 Triliun Real atau sekitar Rp 2,4 Triliun untuk otoritas kesehatan.

Anggaran ini ditujukan kepada Kementerian Kesehatan Iran untuk menanggulangi wabah mematikan asal Wuhan, China ini.

Perintah alokasi dana sesuai dengan perintah dari Presiden Hassan Rouhani.

Guna meningkatkan layanan staf media, perawat, dan para petugas kesehatan lainnya ketika bekerja merawat pasien.

Menteri Kesehatan Iran, Saeed Namaki memgumumkan langkah-langkah efektif dan rencana komprehensif yang kini tengah dilakukan pemerintah.

Negara pusat situs dan peribadatan Syiah ini, sudah melakukan serangkaian rencana darurat Covid-19.

Antara lain dengan menutup pusat keramaian seperti sekolah, universitas, dan pusat kebudayaan atau tempat wisata dan ibadah.

Tentu hal ini untuk mengurangi resiko paparan Covid-19 kepada lebih banyak warga Iran.

Sampai saat ini, Iran masih menduduki posisi ke-4 kasus corona terbanyak di dunia setelah Italia.

Iran dikatakan sebagai pusat penyebaran wabah mematikan ini di Timur Tengah.

Sehingga kini, sejumlah negara tetangga memblokade jalan masuk Iran ke sana.

Dilansir The Wuhanvirus, per-Senin (9/3/2020) kasus di Iran sudah menyentuh angka 6.000 yakni 6.566.

Sedangkan kasus aktifnya ada 4.238 jiwa.

Angka kematiannya kini mencapai 194 jiwa.

Sementara itu, pasien yang yang dinyatakan sembuh ada 2.134 orang .

Menurut data-data ini, bisa dikatakan tingkat kematian di negara ini adalah 2,95 persen.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini