News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

WHO Mendesak Semua Negara Lakukan Banyak Tes Covid-19

Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menghadiri konferensi pers tentang COVID-19 di kantor pusat WHO di Jenewa, Rabu (11/3/2020). Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengumumkan, wabah virus corona dikategorikan sebagai pandemi.

Pemerintah Korea Selatan dan Bahrain adalah dua negara dengan jumlah tes terbanyak.

Sekitar lebih dari 5.370 orang per satu juta populasinya melaksanakan tes Covid-19 ini.

Sebagian besar adalah anggota Gereja Shincheonji dimana mudah sekali dilacak.

Mantan Presiden Federasi Asosiasi Medis Islam Malaysia, Dr Musa Mohd Nordin memuji kebijakan yang dilakukan negara asal K-Pop ini.

Menurutnya, Korea Selatan bisa meratakan kurva epidemi Covid-19 di sana.

"Korea Selatan sangat berhasil mengurangi kasus yang dikonfirmasi, dari 900 per-hari menjadi kurang dari 100 per-harinya. Dan itu semakin menurun," jelas Nordin dilansir New Straits Times.

Sampai saat ini, sejumlah negara telah memberlakukan lockdown.

Antara lain China, Italia, Spanyol, Perancis, dan Malaysia.

Namun baik yang melakukan penguncian maupun tidak, mereka tetap menutup sekolah, tempat hiburan, dan semua layanan penting.

Pemerintah juga membatasi perjalanan baik dari dalam maupun keluar, untuk menahan pergerakan massa.

Filipina beberapa waktu lalu mengunci Pulau Luzon dan Manila.

Sedangkan Malaysia pada Senin (16/3/2020) resmi mengumumkan lockdown yang akan dimulai Rabu (18/3/2020).

Sementara Korea Selatan dan China saat ini tengah mewaspadai masuknya wabah dari warga negara asing (WNA).

Kini keduanya memperketat persyaratan kedatangan dari internasional.

Secara global, wabah ini sudah menjangkiti 182.608 orang.

Sementara ada 7.717 orang harus meregang nyawa akibat pandemi asal Wuhan, China ini.

Kabar baiknya, 79.881 pasien dinyatakan telah sembuh.

Angka-angka ini merupakan hasil akumulasi kasus di 163 negara seluruh dunia.

(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini