News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Jalani Lockdown, Masyarakat India Masih Padati Pasar dan Apotek

Penulis: Ika Nur Cahyani
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Warga menari bersama saat merayakan Holi, festival warna musim semi, di Allahabad, Selasa (10/2/2020). Holi dirayakan di India pada akhir musim dingin pada bulan purnama terakhir bulan lunar. AFP/SANJAY KANOJIA

TRIBUNNEWS.COM - Masyarakat India sampai Rabu (25/3/2020) masih memadati toko kelontong dan apotek.

Aksi panic buying ini masih berlanjut menyusul pengumuman Perdana Menteri Narendra Modi yang akan mengarantina nasional para warganya selama tiga pekan.

Keputusan ini adalah tindakan terberat yang bisa dilakukan negara demi memutus rantai penyebaran corona.

Meski 536 kasus di India jauh di bawah China, Italia dan Spanyol, namun pemerintah khawatir karena negara ini padat penduduk.

Kekhawatiran ini datang dari otoritas kesehatan karena negara dengan 1,3 juta penduduk ini akan kewalahan jika tidak segera menahan penyebaran Covid-19.

Orang-orang di sejumlah kota besar seperti New Delhi, Mumbai, dan Bengaluru segera mempersiapkan diri untuk isolasi tiga pekan.

Baca: India Lockdown, Suzuki: Stok Ignis, Baleno dan SX-4 Aman

Baca: Hari Pertama Lockdown, Pemerintah India Melarang Ekspor Klorokuin dan Alat Medis Khusus Covid-19

Sebab semua layanan dan pertokoan akan ditutup kecuali pusat perbelanjaan kebutuhan primer atau supermarket.

Saat lockdown ini mulai berlaku, justru masih ada antrian panjang truk yang membawa susu, buah-buahan, dan sayuran berliku-liku di jalan raya India.

Padahal Modi sendiri sudah mengatakan bahwa kebutuhan masyarakat akan dipenuhi.

"Tidak ada instruksi yang jelas, polisi menyuruh kami untuk menutup toko," kata Ram Agarwal, seorang penjual bahan makanan di New Delhi.

Melansir Al Jazeera, saat itu toko Ram tengah dikerumuni orang-orang yang ingin membeli susu dan makanan kering.

Meski masih ada masyarakat yang berkerumun untuk panic buying, tapi keadaannya tidak sepadat Selasa (24/3/2020) lalu.

"Ketua Menteri Delhi Arvind Kejriwal dalam konferensi pers mengatakan bahwa orang-orang yang berkerumun untuk membeli komoditas penting mengingkari tujuan lockdown," laporan dari Al Jazeera.

Bahkan Kota New Delhi juga tampak sepi seperti halnya yang terjadi di stasiun kereta api yang biasanya padat.

"Delhi tampak seperti kota hantu," kata Nishank Gupta, seorang pengacara.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini