News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Media Asing Sebut Bali Memiliki Imunitas Misterius Terhadap Covid-19

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Muhammad Renald Shiftanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Media Asing Sebut Bali Memiliki Imunitas Misterius Terhadap Covid-19

Secara terpisah, petugas kesehatan di Bali harus berusuan dengan ancaman tambahan, yakni wabah demam berdarah.

Penyakit ini terkadang fatal karena memiliki gejala mirip flu, sama halnya dengan Covid-19.

Hujan yang jatuh terakhir kali mengakibatkan sekira 2.000 kasus demam berdarah di daerah Ubud, Bali.

Situasi yang membuat Bali menjadi begitu membingungkan adalah jumlah kedatangan wisatawan dari China ke Bali sebenarnya meningkat sekira tiga persen pada Januari 2020 kemarin.

ILUSTRASI - Gejala Baru Demam Berdarah Dengue (DBD) Ternyata Tidak Lagi Ditandai Bintik-bintik Merah di Kulit (Freepik)

Bulan tersebut bertepatan dengan lockdown yang diterapkan di Wuhan pada 23 Januari 2020 kemarin.

Bahkan, wisatawan dari China masih tiba di Bali hingga awal Februari 2020.

Setelah itu, pihak berwenang akhirnya melarang siapa pun yang berasal dari China dalam 14 hari terakhir memasuki wilayah Bali.

Baca: Di Rumah Aja, Cegah Penularan Covid-19 dan Demam Berdarah, Yuk Jadi Juru Pemantau Jentik

Baca: Saat Heboh Covid-19, Kasus Demam Berdarah di Indonesia Mencapai 41.883 Orang

Ada Sekira 5.000 Warga Australia di Bali

Lebih lanjut, penduduk Australia dan China tercatat ada 2,5 juta dari total 5 juta turis yang mengunjungi Bali tahun lalu.

Ekonom dan pakar perjalanan mengatakan, akan membutuhkan waktu satu tahun lagi bagi industri pariwisata untuk pulih.

Menurut narasumber diplomatik, masih ada sekira 5.000 warga Australi di Bali.

Banyak dari mereka memiliki bisnis atau hidup dalam masa pensiun di Pulau Dewata.

Sejauh ini, industri pariwisata Bali belum pernah terpukul sekeras ini.

Bahkan setelah pemboman teroris pada 2002 lalu, yang mengakibatkan ekonomi lokal hancur berkeping-keping selama dua tahun.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini