News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Iran Izinkan Beberapa Bisnis di Teheran Dibuka Kembali

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Muhammad Renald Shiftanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ilustrasi peta penyebaran Covid-19 - Simak update corona di dunia per 16 April 2020, angka kematian di Indonesia tertinggi di wilayah Asia Tenggara.

TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Iran mengizinkan beberapa bisnis di ibu kota dan beberapa kota dibuka kembali, Sabtu (18/4/2020).

Sebagaimana diketahui, Teheran dalam beberapa pekan telah di bawah lockdown demi menekan penyebaran virus corona di Timur Tengah.

Mengutip dari Associated Press, Israel juga mengumumkan pelonggaran lockdown di wilayahnya sendiri.

Sebelumnya, Iran dianggap lambat dalam menanggapi pandemi dan sempat menunda memberlakukan lockdown.

Iran telah melaporkan lebih dari 80.000 kasus infeksi yang dikonfirmasi.

Lebih dari 5.000 kematian dilaporkan hingga Minggu (19/4/2020) ini.

Tempat gym, restoran, pusat perbelanjaan, bazaar di Teheran bahkan ditutup.

ILUSTRASI - Siswa belajar dari rumah didampingi orangtua, Selasa (31/3/2020). Pemprov DKI Jakarta memperpanjang masa belajar di rumah selama wabah Covid-19 hingga 19 April 2020 mendatang. Mulanya masa kegiatan belajar di rumah bagi siswa-siswi diberlakukan selama dua pekan, terhitung sejak 16 Maret sampai 29 Maret 2020. TRIBUNNEWS/HERUDIN (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Situs-situs suci hingga tempat ibadah juga ditutup, dan larangan pertemuan umum diberlakukan di wilayah tersebut.

Sekolah serta universitas juga masih ditutup, meski kantor pemerintah telah dibuka kembali.

Sepertiga karyawan bekerja di rumah demi menekan penyebaran wabah.

Lebih jauh, pada hari pertama kerja, setelah berminggu-minggu dibawah lockdown, lalu lintas terpantau padat di Teheran pada Sabtu pagi.

Diketahui, pihak berwenang mengizinkan bisnis di luar ibu kota dibuka kembali sejak satu minggu lalu.

Para pemimpin Iran mengatakan, mereka harus mempertimbangkan konsekuensi ekonomi dari tindakan karantina.

Di tengah perang melawan Covid-19, seperti diketahui, Iran berada di bawah sanksi berat dari Presiden Trump setelah dia menarik AS dari perjanjian nuklir Teheran dengan kekuatan dunia.

Baca: Belum Lama Dibebaskan dari Tahanan, 13 Napi Diciduk Lagi

Baca: Curhat WNI di India: Petugas yang Melihat Kita Seperti Tahanan Penjara

Pembebasan Tahanan

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini