"Kami menyatakan penyesalan yang kuat atas serangan daring terhadap Perwakilan Ryu karena mereka mewakili diskriminasi seksual terhadap perempuan," ujar Partai Keadilan dalam sebuah pernyataan.
Ketua Partai Keadilan Sim Sang-jung di akun Facebook-nya pada Kamis pagi, menulis,
"Beberapa wanita mengenakan gaun untuk bekerja, dan di Majelis ada beberapa wanita yang ingin mengenakan gaun untuk bekerja, hanya itu saja."
Sim juga menggunggah sebuah foto pertemuan Parlemen Eropa pada Oktober 2019, yang memperlihatkan anggota DPR Korea Selatan berpakaian dan beraneka warna.
"Ryu dan saya tidak setuju pada banyak poin," tulis anggota Partai Demokrat (DP) yang berkuasa Ko Min-jung di akun Facebook-nya, Rabu.
"Tapi saya harus berterima kasih kepada Ryu karena telah menghancurkan citra yang kaku dan otoriter dari Majelis."
Anggota DP yang lain, Yoo Jung-ju juga mengatakan bahwa Ryu mengenakan gaun itu untuk "menepati janji yang dibuatnya" dengan penonton di sebuah acara dengan mengenakan gaun itu lagi keesokan harinya.
"Kami mengatakan kami akan memakai apa yang kami kenakan hari itu untuk sesi pada hari Selasa," tulis Yoo di akun Facebook-nya pada hari Rabu.
Ryu mengatakan gaun itu dimaksudkan untuk menantang budaya Majelis yang didominasi pria, di mana sebagian besar anggota parlemen pria cenderung mengenakan jas dan dasi gelap.
"Kewenangan Majelis Nasional tidak dibangun atas gugatan itu," kata Ryu, yang heran dengan kontroversi tersebut.
“Saya adalah pekerja legislatif dan Majelis Nasional adalah tempat kerja saya. Apa yang saya alami saat ini adalah apa yang juga dialami wanita lain di tempat kerja mereka sendiri.
"Waktunya akan tiba ketika masyarakat ini akan menerima wanita yang mengenakan pakaian nyaman di tempat kerja apa pun."
Sebelumnya Ryu juga mengenakan celana pendek atau jeans pada sesi pleno Majelis lainnya.
Namun kasus Ryu bukan pertama kalinya kode berpakaian seorang anggota parlemen membuat sensasi di Korea.
Tujuh belas tahun yang lalu, Rhyu Si-min, anggota parlemen yang baru terpilih, muncul dengan jaket hitam dan celana putih untuk mengucapkan sumpah jabatannya pada tahun 2003.
Baca tanpa iklan