News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Aparat Keamanan Mesir Ciduk Mahmoud Ezzat, Tokoh Terkemuka Ikhwanul Muslimin

Editor: Setya Krisna Sumarga
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi saat berjabat tangan dengan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman

Sejak Mesir diambilalih militer yang dipimpin Jenderal Abdel Fattah al-Sisi mendepak pemerintahan Moersi yang dikader Ikhwanul Muslimin. Ezzat dijatuhi beberapa hukuman in absentia.

Termasuk hukuman penjara seumur hidup dan hukuman mati, selama persidangan massal dari anggota terkemuka IM atas tuduhan spionase dengan kelompok Palestina Hamas dan kejahatan terkait kekerasan lainnya.

Berdasarkan hukum Mesir, hukuman in absentia harus diadili kembali setelah terdakwa ditangkap. Sputniknews mengutip sumbernya menyebutkan, IM mendistorsi informasi keberadaan Ezzat dengan menyebutkan pria itu berada di Turki atau Jalur Gaza.

Ikhwanul Muslimin, didirikan pada 1928 dan ditetapkan sebagai kelompok teroris pada 2013 setelah bentrokan besar-besaran dengan aparat penegak hokum.

Organisasi Islam yang kadernya pernah membunuh Presiden Mesir Anwar Sadat ini memiliki cabang di sekitar 70 negara dan berusaha mengupayakan Islamisasi masyarakat.

Hingga saat ini, sebagian besar pimpinan puncak Ikhwanul Muslimin berada di penjara, tetapi pada saat yang sama, sejumlah anggota puncaknya berhasil melarikan diri dari Mesir setelah militer berkuasa.

Pemberangusan kelompok Ikhwanul Muslimin di Mesir didukung penuh Emirat Arab dan Saudi Arabia, dibantu AS dan para sekutu Eropanya.

Mohammad Moersi didongkel, guna menghentikan meluasnya pengaruh kelompok ini di Mesir dan kawasan sekitarnya.(Tribunnews.com/Ahram.org/Sputniknews.com/xna)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini