News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

PM Muhyiddin: Malaysia Gelar Pemilu Setelah Pandemi Virus Corona Berakhir

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Muhyiddin Yassin (kiri) dan Anwar Ibrahim

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Srihandriatmo Malau

TRIBUNNEWS.COM, KUALA LUMPUR - Malaysia akan mengadakan pemilihan umum (Pemilu) ketika pandemi virus corona (Covid-19) berakhir.

Hal itu disampaikan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin seperti dilansir Reuters, Minggu (29/11/2020).

"InsyaAllah ketika Covid-19 ini berakhir, kami akan menggelar pemilihan umum," kata Muhyiddin dalam sambutan dalam rapat umum tahunan partai Bersatu, yang digelar secara virtual.

"Kami akan mengembalikan mandat kepada rakyat dan menyerahkannya kepada mereka untuk memilih pemerintahan mana yang mereka inginkan," ucapnya.

Pemerintahan Muhyiddin yang berusia delapan bulan telah mendapat mayoritas kursi di parlemen.

Baca juga: PM Muhyiddin: Malaysia Masuk Daftar Penerima Prioritas Vaksin Covid-19 dari China

Dia sedang berjuang untuk mempertahankan kekuasaan di tengah ancaman yang ditebar pemimpin oposisi Anwar Ibrahim dan perbedaan pendapat yang berkembang di Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO), blok terbesar dalam koalisinya.

Muhyiddin hanya unggul dua kursi, saat pemungutan suara yang lalu, di parlemen.

Muhyiddin mengatakan dia bertemu Presiden UMNO Ahmad Zahid Hamidi minggu ini dan mereka sepakat untuk memperbaiki hubungan antara partai mereka dan menghindari perselisihan satu sama lain ketika pemilihan digelar nanti.

Muhyiddin Yassin, Perdana Menteri Malaysia ke-8 dilantik dan diambil sumpah jabatannya, Minggu (1/3/2020). PM Malaysia ini mengumumkan lockdown negaranya selama 2 minggu. (FAMER ROHENI / MALAYSIA'S DEPARTMENT OF INFORMATION / AFP)

"Saya tahu orang-orang muak dengan konflik politik yang tak kunjung berakhir. Rakyat ingin para pemimpin politik membantu mereka, jangan terus-menerus memperjuangkan kekuasaan," kata Muhyiddin.

Malaysia menghadapi gelombang baru kasus corona, dengan kasus kumulatif naik lebih dari empat kali lipat sejak September lalu menjadi lebih dari 60.000 kasus per Jumat (27/11/2020).(Reuters)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini