News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Gencatan Senjata AS-Iran Kembali Retak, Washington Bombardir Radar Iran setelah Cegat Drone Teheran

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan di kawasan Teluk kembali memanas setelah militer Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan ke dua fasilitas radar pengawasan pantai Iran di Goruk dan Pulau Qeshm, Sabtu (6/6/2026).

Serangan itu dilakukan setelah pasukan AS menembak jatuh empat drone Iran yang disebut mengancam lalu lintas kapal internasional di Selat Hormuz, jalur pelayaran energi paling vital di dunia.

Aksi saling serang tersebut memicu tuduhan pelanggaran gencatan senjata dari Teheran dan memperbesar risiko pecahnya eskalasi baru di Selat Hormuz yang selama ini menjadi titik krusial perdagangan minyak global.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan dilakukan setelah pasukan AS menembak jatuh empat drone serang satu arah milik Iran yang terbang menuju kawasan strategis tersebut.

Dalam pernyataan resmi yang diunggah melalui platform X, CENTCOM menyebut drone-drone itu menimbulkan ancaman langsung terhadap lalu lintas maritim internasional di salah satu jalur pelayaran energi terpenting dunia.

"Beberapa saat yang lalu, pasukan CENTCOM menembak jatuh empat pesawat nirawak serang satu arah Iran yang diluncurkan menuju Selat Hormuz. Pesawat nirawak tersebut menimbulkan ancaman langsung terhadap lalu lintas maritim regional," demikian pernyataan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) melalui platform X.

Sebagai respons, militer AS menyerang dua lokasi radar pengawasan pantai Iran di Goruk dan Pulau Qeshm.

CENTCOM menegaskan tindakan tersebut merupakan langkah pertahanan diri untuk mencegah serangan lanjutan yang dapat mengganggu keamanan kawasan dan kebebasan navigasi di Teluk.

Washington juga menyatakan siap merespons setiap ancaman yang dianggap membahayakan personel maupun kepentingan Amerika Serikat di kawasan.

Ujian Baru bagi Gencatan Senjata

Baca juga: CENTCOM Rilis Foto F-16 AS Patroli di Timur Tengah, Belum Ada Kemajuan Soal Perundingan Iran

 

CNN melaporkan bentrokan terbaru ini menjadi ujian paling serius bagi gencatan senjata yang selama beberapa bulan terakhir berusaha dipertahankan oleh Washington dan Teheran.

Selain menembak jatuh drone Iran di sekitar Selat Hormuz, pasukan AS mengaku berhasil mencegat sejumlah rudal dan drone yang diluncurkan menuju negara-negara Teluk.

Komando Pusat AS menyatakan tidak ada personel Amerika yang menjadi korban dalam rangkaian insiden tersebut.

Di sisi lain, Iran mengonfirmasi telah melancarkan operasi militer yang menargetkan fasilitas dan pangkalan AS di kawasan sebagai respons atas apa yang disebut sebagai tindakan permusuhan Washington.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini