Mereka juga memperingatkan ada kemungkinan gangguan telekomunikasi semalam antara jam 1 pagi dan 9 pagi waktu Myanmar.
"Penghentian internet di #Myanmar sekarang berlaku lagi di semua operator besar, dilaporkan sampai pukul 09.00," kata Alex Warofka, manajer kebijakan produk untuk hak asasi manusia (HAM) dan kebebasan berekspresi di Facebook dalam sebuah unggahan di Twitter setelah internet mati.
"Semoga semua orang tetap aman malam ini di tengah laporan kegiatan militer yang sangat mengkhawatirkan. #KeepItOn," lanjutnya.
Aktivis Antikudeta Dikabarkan akan Ditangkap Militer Myanmar
Diberitakan sebelumnya, beredar kabar bahwa militer Myanmar akan kembali menangkap aktivis antikudeta, Jumat (13/2/2021), Channel News Asia melaporkan.
Kali ini, seorang dokter lokal yang populer di sebuah rumah sakit di Kota Pathein diisukan menjadi target penangkapan militer.
Akibat kabar tersebut, satu kelompok orang menyerbu rumah sakit dan meneriakkan doa Buddha untuk meminta perlindungan dari bahaya.
Dia adalah Than Min Htut, dokter yang mereka khawatirkan akan ditangkap militer karena berada di pihak Aung San Suu Kyi.
Menanggapi kedatangan kelompok tersebut, Than Min Htut mengatakan, hingga kini dirinya masih bebas beraktivitas.
Dia juga masih akan terus berpartisipasi dalam kampanye menentang kekuasaan junta.
Adapun jika nanti Than Min Htut memiliki masalah, dia pasti meminta bantuan pada warga.
"Jika saya memiliki masalah, saya akan meminta bantuan kalian," kata dokter Than Min Htut.
Menurut laporan terbaru kelompok pemantau Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik, setidaknya 400 orang yang memelopori aksi unjuk rasa antikudeta telah ditahan sejak penggulingan Aung San Suu Kyi, Senin (1/2/2021).
Baca juga: Takut Ditangkap Aparat, Warga Myanmar Patroli Malam Setelah Kudeta Militer
(Tribunnews.com/Rica Agustina)