Lebih lanjut, beradasarkan laporan kelompok pemantau Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik, setidaknya 400 orang yang memelopori aksi unjuk rasa antikudeta telah ditahan sejak kudeta militer terjadi, Senin (1/2/2021).
Pelapor khusus PBB Tom Andrews mengatakan upaya junta untuk meredam gerakan protes yang berkembang di negara itu merupakan tanda 'putus asa' dan sama dengan deklarasi perang terhadap rakyatnya sendiri.
"Attention generals: You WILL be held accountable," tulis Tom Andrews di Twitter.
Baca juga: Takut Ditangkap Aparat, Warga Myanmar Patroli Malam Setelah Kudeta Militer
(Tribunnews.com/Rica Agustina)
Baca tanpa iklan