Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Sedikitnya 372 orang terinfeksi di penjara yang ada di Jepang.
Bahkan 1 Maret 2021 lalu ditemukan satu penjara terinfeksi Corona di penjara Kawagoe Saitama.
"Seorang pria berusia dua puluhan yang ditemukan terinfeksi. Pria itu adalah petugas penjara di Penjara Remaja Kawagoe, dan ada orang yang positif di tempat kerjanya. Ini adalah pegawai penjara positif kelima di penjara tersebut," papar sumber Tribunnews.com Rabu (3/3/2021).
Wabah virus corona baru terjadi satu demi satu di penjara.
Bahkan di Penjara Fuchu terbesar di Jepang, yang menampung sekitar 1.800 tahanan kini banyak yang terkena Corona.
Petugas penjara yang mengenakan pakaian pelindung dan memeriksa ruang multi penghuni.
Pita merah, kuning, dan biru ditempel di dinding untuk membedakan antara area berbahaya dan aman untuk virus corona baru.
Pelatihan didasarkan pada asumsi bahwa cluster akan terjadi di Lapas (penjara), namun di tengah gelombang ketiga corona baru, Lapas secara nasional justru memiliki klaster satu demi satu.
Baca juga: 63 Staf Imigrasi Jepang Termasuk Warga Asing Terinfeksi Corona
Di Chiba dan Yokohama, wabah 100 orang terjadi di satu penjara.
"Sampai saat ini, sedikitnya 372 kasus infeksi telah dikonfirmasi secara nasional, termasuk narapidana dan petugas penjara."
Selama waktu latihan, para narapidana berkumpul di depan koran dinding di penjara Fuchu.
"Saya sangat cemas dengan situasi Corona di luar penjara," ungkap Penyidik Penjara Fuchu Naofumi Uechi.
Mengapa wabah terjadi di penjara di mana kontak dengan luar sangat terbatas?
"Saya pikir risiko tertular oleh staf sangat tinggi."
Risiko bahwa staf akan membawa virus dan menyebarkan infeksi ke narapidana. Sebagai tindakan penanggulangan di Penjara Fuchu, petugas lapas yang bersentuhan dengan narapidana wajib memakai pelindung wajah selain masker.
Gunakan pengeras suara yang biasanya tidak digunakan saat menginstruksikan narapidana untuk mencegah tetesan agar tidak terbang dengan perintah yang lebih keras.
Selain itu, langkah-langkah telah diambil untuk mengurangi kontak antar staf, seperti membagikan kamar tidur siang dan kamar tidur tahanan.
Infeksi juga karena gairah menyeluruh bahkan selama pekerjaan di penjara.
Kini mereka mulai membuat gaun medis. Saat makan malam, narapidana menghadap ke arah yang sama untuk mengurangi resiko infeksi.
Jarak sosial juga dilakukan di waktu senggang setelah makan.
Di ruang pertemuan tempat berinteraksi dengan orang luar, lubang di papan akrilik ditutup dengan selotip dan kita hanya diperbolehkan berkomunikasi melalui telepon.
"Kami sedang mengidentifikasi masalah di fasilitas tempat wabah itu terjadi. Kami harus melakukan berbagai upaya antisipasi penularan corona," papar Sadaaki Koyama, Divisi Umum, Biro Pemasyarakatan, Kementerian Kehakiman.
Pengendalian infeksi yang sulit dalam keadaan khusus akan terus berlanjut bahkan kini larangan kunjungan atau pembatasan kunjungan keluarga pun dilakukan ketat.
Sementara itu bagi WNI yang berkeinginan vaksinasi Covid-19 di Jepang dapat menghubungi Forum BBB, kelompok bisnis WNI yang berdomisili di Jepang dengan email: bbb@jepang.com subject: Vaksinasi
Baca tanpa iklan