TRIBUNNEWS.COM, CHINA - Pejabat senior Amerika Serikat (AS) dan China Tiongkok sepakat bahwa tidak ada negara yang boleh memungut bea pengiriman di Selat Hormuz, termasuk Iran.
Demikian pernyataan Departemen Luar Negeri AS kepada Reuters pada Kamis (14/5/2026).
Hal ini merupakan pertanda bahwa kedua negara sedang berupaya menemukan titik temu dalam upaya menekan Iran untuk melepaskan kendali atas jalur pelayaran vital dunia tersebut.
Pernyataan Departemen Luar Negeri AS ini disampaikan menjelang pertemuan puncak penting antara Presiden Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.
Penutupan hampir total jalur perdagangan vital oleh Iran sejak serangan udara gabungan Israel-AS di negara itu pada 28 Februari telah menimbulkan guncangan di pasar energi global.
Dibahas Menlu AS dan China
Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio membahas masalah ini dalam percakapan telepon pada bulan April.
"Mereka sepakat bahwa tidak ada negara atau organisasi yang diizinkan untuk memungut biaya tol untuk melewati jalur perairan internasional seperti Selat Hormuz," kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Tommy Pigott, kepada Reuters.
Kedutaan Besar China tidak membantah keterangan AS tentang diskusi tersebut dan mengatakan bahwa mereka berharap semua pihak dapat bekerja sama untuk melanjutkan lalu lintas normal melalui Selat Hormuz, yang sebelum perang menangani seperlima pasokan minyak dan gas dunia.
"Menjaga keamanan dan stabilitas wilayah serta memastikan kelancaran lalu lintas merupakan kepentingan bersama komunitas internasional," kata Juru Bicara Kedutaan Liu Pengyu kepada Reuters.
Iran sebelumnya menuntut hak untuk memungut bea atas lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz sebagai prasyarat untuk mengakhiri perang.
AS telah memberlakukan blokade angkatan laut terhadap Iran dan Trump telah mengemukakan kemungkinan untuk memberlakukan biaya sendiri pada lalu lintas atau bekerja sama dengan Iran untuk memungut bea masuk Selat Hormuz.
Setelah mendapat penolakan dari dalam dan luar negeri, Gedung Putih kemudian mengatakan bahwa Trump ingin melihat Selat Hormuz dibuka untuk lalu lintas tanpa batasan apa pun.
Dua sumber yang mengetahui percakapan Wang-Rubio mengatakan bahwa Rubio mengemukakan kemungkinan kapal-kapal Tiongkok membayar tol, yang menurut mereka tampaknya bertujuan untuk mendorong Beijing agar memberikan lebih banyak tekanan pada Teheran untuk mengakhiri konflik tersebut.
China mempertahankan hubungan dengan Iran dan tetap menjadi konsumen utama ekspor minyaknya.
Trump telah 'menekan' China untuk menggunakan pengaruhnya guna mendorong Iran untuk membuat kesepakatan dengan AS.
Baca tanpa iklan