TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah isu internasional menjadi perhatian utama dalam 24 jam terakhir.
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei belum muncul di depan umum setelah terluka di awal perang.
Namun AS meyakini Mojtaba Khamenei semakin terlibat pada tingkat tertentu.
Sementara itu, meski hubungan Trump dan Netanyahu dikabarkan menegang, para ahli menilai pada akhirnya kebijakanlah yang terpenting.
Berikut berita populer internasional selengkapnya.
1. Menlu AS Yakin Pemimpin Tertinggi Iran Masih Hidup, Aktif Terlibat tapi Komunikasi Lewat Perantara
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, mengatakan Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei masih hidup, Selasa (2/6/2026).
Marco Rubio meyakini Mojtaba Khamenei "semakin terlibat pada tingkat tertentu," meskipun ia belum muncul di depan umum setelah terluka di awal perang.
“Kami belum melihatnya di depan umum, dan saya membayangkan, mengingat apa yang telah terjadi pada beberapa pemimpin dalam sistem itu, tampil di depan umum mungkin bukan sesuatu yang disarankan bagi mereka secara internal."
"Tetapi meskipun demikian, saya pikir ada indikasi di luar sana bahwa dia semakin terlibat pada tingkat tertentu, meskipun semua komunikasinya selama ini dilakukan secara tertulis dan melalui perantara,” kata Rubio kepada para anggota parlemen selama sidang di Komite Hubungan Luar Negeri Senat, Selasa, dilansir Anadolu Agency.
Menurutnya, proses pengambilan keputusan internal Iran tampaknya sangat terpusat.
Ia mengatakan bahwa pesan dari para negosiator biasanya diteruskan kembali ke dewan pemerintahan untuk disetujui sebelum tanggapan apa pun dikeluarkan.
“Menurut pemahaman kami tentang sistem ini, dan sebagaimana telah disampaikan kepada kami baik oleh para perantara maupun langsung oleh Iran, apa pun yang dibawa atau diambil oleh (Abbas) Araghchi dan (Mohammad Bagher) Ghalibaf dari kami."
2. Muncul Isu Perseteruan AS-Israel Imbas Teguran Trump ke Netanyahu, Analis: Kebijakan yang Terpenting
Percakapan telepon yang penuh amarah dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bocor ke publik.
Laporan yang bersumber secara anonim menyebar dengan cepat di media internasional.
Baca tanpa iklan