TRIBUNNEWS.COM - Administrasi Penerbangan Federal Amerika (FAA) mendesak maskapai penerbangan untuk "sangat berhati-hati" ketika terbang di dekat perbatasan Ukraina-Rusia, pada Senin (19/4/2021).
Melansir Reuters, alasan FAA menyerukan perintah tersebut mengingat potensi risiko keselamatan penerbangan di wilayah tersebut.
Lewat pemberitahuan kepada operator AS pada Sabtu (17/4/2021), badan AS mencatat ketegangan regional meningkat antara Rusia dan Ukraina.
Hal ini berpotensi mengakibatkan pertempuran lintas batas, tanpa pemberitahuan, serta peningkatan aktivitas militer dan atau konflik.
Baca juga: Hong Kong Larang Penerbangan dari India, Pakistan dan Filipina Setelah Ditemukan Mutan Covid-19
Baca juga: Bawa Penumpang Positif Covid-19, Maskapai Penerbangan Scoot Dilarang Mendarat di Hong Kong
Sejak 2014 lalu, FAA melarang operasi penerbangan sipil AS di wilayah sekitar perbatasan Ukraina.
Pemberitahuan yang dikeluarkan FAA juga mengatakan, maskapai penerbangan harus memberikan pemberitahuan sekira 72 jam kepada FAA mengenai rencana penerbangan di wilayah tersebut.
FAA dan regulator udara lainnya prihatin tentang potensi jatuhnya pesawat sipil selama konflik karena salah diidentifikasi sebagai pesawat musuh atau pesawat berbahaya.
Baca juga: Aktivitas Warga dan Penerbangan di Beoga Kembali Normal Usai Penembakan dan Pembakaran KKB
Baca juga: Iran Tolak Klaim Insiden Pesawat Ukraina yang Jatuh Tahun Lalu Sengaja Ditembak
Sebelumnya, pada 2014, Malaysia Airlines dengan penerbangan MH17, terbang dari Amsterdam ke Kuala Lumpur ditembak jatuh di Ukraina timur.
Penyelidik internasional mencatat, rudal yang diluncurkan tersebut diketahui dikendalikan oleh pasukan pemerintah Ukraina.
Semua penumpang pesawat, sekira 298 orang tewas, dua pertiga mereka merupakan warga negara Belanda.
Baca juga: Riwayat Masjid Jami Cikini dan Perjuangan HOS Tjokroaminoto hingga KH Agus Salim Melawan Belanda
Berita lain terkait Rusia
Berita lain terkait Ukraina
Berita lain terkait Amerika Serikat
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)