Diketahui, pasukan keamanan telah menewaskan sedikitnya 739 orang, menurut Asosiasi Bantuan untuk Narapidana Politik (AAPP).
Tak hanya itu, menurut utusan PBB Tom Andrews, sekira 250.000 orang mengungsi karena ketakutan.
Program Pangan Dunia (WFP) PBB memperingatkan pada Kamis (22/4/2021) bahwa kelaparan dan keputusasaan meningkat tajam di seluruh Myanmar.
Sebab, kemiskinan yang sudah ada sebelumnya ditambah pandemi COVID-19 dan krisis politik.
"Semakin banyak orang miskin kehilangan pekerjaan dan tidak mampu membeli makanan," kata direktur WFP Myanmar, Stephen Anderson.
"Respons bersama diperlukan sekarang untuk meringankan penderitaan segera, dan untuk mencegah kemerosotan yang mengkhawatirkan dalam keamanan pangan," lanjutnya.
WFP mengatakan operasi bantuan makanan baru akan menargetkan hingga dua juta orang yang rentan, tetapi diperkirakan hingga 3,4 juta lainnya akan kelaparan dalam enam bulan.
Baca juga: Hari Ini, Kepala Negara ASEN Mulai Berdatangan di Jakarta Bahas Krisis Myanmar
Berita lain terkait Krisis Myanmar
(Tribunnews.com/Rica Agustina)