Pada tanggal 1 Januari 1956 (Showa 31), jemaat yang berkumpul di Kuil Yahiko di Prefektur Niigata untuk mochi-maki akhirnya malah membuat bangunan roboh dan 124 orang meninggal dunia akibat kecelakaan karena berebutan meraih mochi sehingga merobohkan kerangka bangunan.
Baca juga: Vaksinasi di Jepang Semakin Cepat dan Lancar Tersebar Luas Termasuk Tokyo
Awal upacara pertama-tama, dengan melempar mochi ke empat jurusan arah angin sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada para dewa utara, selatan, timur dan barat.
Setelah itu barulah melempar banyak mochi atau uang koin kepada masyarakat sekitar yang telah berkumpul.
Semua orang dengan gembira berebutan mencoba mendapatkannya. Apalagi kalau sampai menyebar uang tunai koin.
Sementara itu upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif melalui aplikasi zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang. Info lengkap silakan email: info@sekolah.biz dengan subject: Belajar bahasa Jepang.
Baca tanpa iklan