Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Raksasa kedai kopi asal Amerika Serikat, Starbucks, dikabarkan tengah mempertimbangkan berbagai opsi strategis untuk bisnisnya di Jepang, operasi sekitar 2100 gerai di Jepang, termasuk kemungkinan menjual sebagian atau seluruh saham unit usahanya di Negeri Sakura.
Menurut laporan Bloomberg pada Rabu (10/6/2026), Starbucks telah memulai pembicaraan awal dengan sejumlah bank investasi untuk mengevaluasi masa depan bisnisnya di Jepang. Informasi tersebut diperoleh dari sejumlah sumber yang mengetahui proses tersebut. Nilai transaksi jika penjualan benar-benar terjadi diperkirakan mencapai 400 miliar hingga 500 miliar yen atau sekitar Rp 44–55 triliun.
Jepang merupakan salah satu pasar luar negeri terbesar bagi Starbucks. Saat ini perusahaan mengoperasikan sekitar 2.100 gerai di seluruh Jepang, dengan sekitar 90 persen di antaranya dikelola langsung oleh anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh Starbucks.
Selain penjualan saham kepada investor strategis atau dana investasi (private equity fund), Starbucks juga disebut mempertimbangkan opsi penawaran saham perdana (IPO) untuk bisnis Jepang tersebut.
Hingga kini, pihak Starbucks belum memberikan komentar resmi mengenai kabar tersebut.
Baca juga: Masalah Kebisingan Picu Penusukan Sesama WNI di Yamanashi Jepang
Kinerja Jepang Sangat Baik
Menariknya, wacana penjualan ini muncul justru ketika kinerja Starbucks Jepang sedang menunjukkan hasil yang sangat positif.
CEO Starbucks, Brian Niccol, pada April lalu menyatakan bahwa bisnis di Jepang mencatat hasil yang "sangat kuat" pada kuartal kedua yang berakhir 29 Maret 2026.
Penjualan yang tinggi selama libur akhir tahun dan Tahun Baru, meningkatnya jumlah wisatawan asing, serta peluncuran produk-produk baru disebut menjadi faktor utama pertumbuhan tersebut.
Secara global, penjualan toko yang telah beroperasi (same-store sales) Starbucks naik 6,2 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Harga saham perusahaan juga telah meningkat sekitar 16 persen sejak awal tahun.
Sejarah Starbucks di Jepang
Starbucks masuk ke Jepang pada 1995 melalui perusahaan patungan dengan Sazaby League. Setahun kemudian, gerai Starbucks pertama di Jepang dibuka di kawasan Ginza, Tokyo.
Pada 2001, Starbucks Jepang melantai di bursa saham Jepang. Namun pada 2014, Sazaby League menjual sahamnya kepada Starbucks Corporation sehingga perusahaan menjadi anak usaha yang sepenuhnya dimiliki Starbucks Amerika. Setahun kemudian, Starbucks Jepang resmi delisting dari bursa.
Setelah China, Kini Jepang?
Baca tanpa iklan