News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik di Afghanistan

Di Balik Penarikan Pasukan AS: Taliban Kawal Warga AS ke Gerbang Rahasia Bandara Kabul

Editor: hasanah samhudi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Orang-orang Afghanistan naik ke atas pesawat di bandara di Kabul pada 16 Agustus 2021. Ribuan orang mengerumuni bandara kota itu mencoba melarikan diri dari kelompok garis keras Islam yang ditakuti, Taliban.

TRIBUNNEWS.COM - Militer AS merundingkan pengaturan rahasia dengan Taliban yang membuat Taliban mengawal sekelompok warga Amerika memasuki gerbang rahasia di bandara Kabul saat mereka berusaha melarikan diri dari Afghanistan.

Seorang pejabat pertahanan AS mengatakan kepada CNN bahwa pasukan operasi khusus AS membuat gerbang rahasia di bandara dan sejumlah call center untuk memandu warga Amerika melalui proses evakuasi.

Pejabat lainnya mengatakan bahwa pengaturan dengan Taliban itu berhasil dengan baik.

Namun sejumlah warga Amerika yang terlibat dalam jaringan tak resmi Amerika dan warga Afghanistan yang berisiko mengatakan, pada awalnya terjadi masalah saat Taliban menolak warga AS dan warga Afghanistan yang seharusnya diizinkan masuk oleh Taliban.

Kedua pejabat pertahanan AS itu menyebutkan, warga Amerika diberitahu untuk berkumpul di titik pengumpulan yang telah ditentukan sebelumnya di dekat bandara.

Baca juga: Taliban Sempat Tawari Militer AS Untuk Amankan Kabul, Tapi Ditolak

Baca juga: Pejuang Taliban Kenakan Seragam Militer AS Saat Rayakan Penarikan Pasukan di Bandara Kabul

Di lokasi ini, katanya, Taliban akan memeriksa kredensial warga Amerika itu dan membawa mereka tidak jauh ke gerbang yang dijaga oleh pasukan Amerika, di tengah kerumunan besar warga Afghanistan yang berusaha menyelamatkan diri.

Pasukan AS dapat melihat warga Amerika yang mendekat dengan pengawalan Taliban di tengah warga Afghanistan. Pasukan AS ini diperkirakan berjaga-jaga jika terjadi sesuatu.

Berbagai sumber di AS yang melakukan kontak dengan orang-orang yang mencoba melarikan diri melaporkan bahwa warga Amerika dan pemegang paspor di Kabul sempat tidak percaya bahwa mereka diberitahu akan dikawan Taliban. Mereka yang mengira salah mendapat informasi sempat mencari kepastian.

Sejumlah sumber di Amerika Serikat mengatakan mereka harus meyakinkan warganya yang mencoba menggunakan titik berkumpul di Kementerian Dalam Negeri bahwa Taliban memang akan mengizinkan mereka lewat.

Kedua pejabat pertahanan AS berbicara dengan syarat anonim karena sensitivitas pengaturan ini, yang belum diungkapkan sampai sekarang.

Baca juga: Kisah Kontras Warga Afganistan, Satu Dideportasi, Satu Dievakuasi

Baca juga: Rayakan Penarikan Pasukan AS di Bandara Kabul, Taliban Sebut Afghanistan Negara Bebas dan Berdaulat

Halaman
1234

Berita Populer