News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Terlibat Adu Argumen dengan Pihak Pro-Pemerintah di Telegram, Pemuda Autisme di Kamboja Ditahan

Penulis: Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Foto Kak Sovann Chhay yang harus datahan karena dwanggap menghina pemimpin negara.

Dirinya pun dibebaskan dua hari setelahnya.

Namun pembebasannya disebabkan oleh disebarkannya rekaman permintaan maaf Sovann yang dianggap tukang onar.

Rekaman tersebut disebarkan oleh juru bicara pemerintahan.

Sovann adalah salah satu pendukung dari partai CRNP yang sekarang telah dibubarkan oleh Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen.

Dikutip dari BBC, CRNP telah dibubarkan pada tahun 2017 dan membuat Kamboja hanya memiliki satu partai aktif.

Sovann pun memiliki kesamaan dengan ayahnya yaitu beroposisi dengan pemerintah Kamboja.

Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen.

Ayah Sovann merupakan salah satu dari 150 tokoh oposisi yang harus dihukum karena berencana untuk menggulingkan Hun Sen yang telah berkuasa selama 36 tahun.

Ibu Sovann, Chantha pun meyakini bahwa penangkapan anaknya merupakan target selanjutnya dikarenakan keluarganya memang sangat vokal terhadap Hun Sen.

“Mereka ingin memperlihatkan bahwa Hun Sen dan yang lain adalah penguasa.”

“Ditambah, mereka juga ingin memperlihatkan jika seseorang menyentuhnya maka akan berakhir seperti keluarga saya,” 

“Namun, aku tak gentar untuk tetap protes terhadap rezim Hun Sen,” ungkapnya dikutip dari BBC.

Baca juga: TNI AL Tangkap Kapal Tanker MT Strovolos yang Diburu Pemerintah Kamboja

Terkait penangkapan Sovann, kementerian hukum Kamboja tidak memberikan pernyataan apapun.

Namun, juru bicara kepolisian kota Phnom Penh, San Sokseyha mengatakan bahwa penahanan Sovann sudah sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Jika tidak ada penghinaan dan penghasutan maka tidak ada penangkapan ataupun penahanan,” tegasnya.

Kritik pun dilontarkan oleh Executive Director of the Cambodian Centre for Human Rights, Chak Sopheap.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini