News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Trump Main Kasar di Selat Hormuz, Xi Jinping Ambil Hati Penguasa Teluk

Editor: Willem Jonata
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRUMP-XI JINPING - Gambar yang dirilis Gedung Putih menampilkan pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Busan, Korea Selatan, pada 30 Oktober 2025 guna membahas ekonomi dan perdagangan.

 

TRIBUNNEWS.COM - Presiden China Xi Jinping mengajukan usulan untuk memajukan perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah, Selasa (14/4/2026). 

Inisiatif ini disampaikan di tengah kekhawatiran global atas kebijakan keras Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang dinilai meningkatkan risiko perang terbuka di di Selat Hormuz, jalur pedagangan energi vital dunia.

Xi, seperti diberitakan Xinhua, memaparkan usulan tersebut saat menerima kunjungan Putra Mahkota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Syekh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan, di Beijing. 

Baca juga: Presiden Iran Bela Paus Leo XIV yang Dikritik Trump Lemah

Langkah diplomatik ini muncul hanya sehari setelah Donald Trump memerintahkan blokade militer terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Xi Jinping menekankan perlunya desain struktur keamanan yang komprehensif dan berkelanjutan. Ia mendorong pembangunan keamanan bersama yang kooperatif di kawasan Timur Tengah dan Teluk.

Selanjutnya, mengusulkan semua pihak menghormati integritas teritorial setiap negara dan menjamin keamanan fasilitas serta institusi internasional.

Xi juga menekankan agar supremasi hukum internasional ditegakkan guna mencegah dunia kembali ke "hukum rimba" atau situasi di mana kekuatan militer menjadi penentu segalanya.

Terakhir, Xi menyinggung betapa pentingnya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembangunan ekonomi negara-negara kawasan sebagai fondasi keamanan jangka panjang.

Inisiatif perdamaian China ini menjadi antitesis dari strategi tekanan maksimal yang diterapkan Washington.

Senin kemarin, Presiden Trump mengonfirmasi bahwa militer AS telah memulai blokade total terhadap pelabuhan Iran setelah negosiasi bilateral menemui jalan buntu.

Trump menuding Iran melakukan "pemerasan dunia" dengan memungut biaya lintas kapal dan memasang ranjau di Selat Hormuz.

Ia bahkan menginstruksikan Angkatan Laut AS untuk mencegat setiap kapal di perairan internasional yang kedapatan membayar "tarif" kepada Iran.

"Peringatan, jika ada kapal yang mendekati blokade kami, mereka akan segera dimusnahkan (eliminated)," tulis Trump melalui akun media sosialnya.

Kebijakan blokade AS telah memicu reaksi berantai di kawasan. Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan adanya pembatasan akses maritim yang ketat di Teluk Arab hingga Laut Arab.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini