News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Brent dan WTI Kompak Turun Tajam, Sinyal Damai AS-Iran Tekan Harga Minyak

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 

TRIBUNNEWS.COM - Harga minyak dunia kembali tertekan pada awal pekan dan jatuh ke level terendah dalam dua pekan terakhir.

Situasi ini dipicu meningkatnya harapan pasar terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Menurut laporan Reuters, harga minyak mentah Brent berjangka ditutup turun 4,55 persen menjadi 98,83 dolar AS per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 4,73 persen ke level 92,03 dolar AS per barel.

Penurunan ini terjadi setelah pasar merespons cepat perkembangan diplomasi terbaru antara Washington dan Teheran, yang disebut mulai menunjukkan kemajuan meski belum mencapai kesepakatan final.

Dilansir Channel News Asia, sentimen pasar menguat setelah Presiden AS, Donald Trump menyebut bahwa kedua pihak “sebagian besar telah menegosiasikan” kerangka awal kesepakatan damai yang berpotensi membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang selama ini mengalirkan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia, sehingga setiap potensi gangguan di kawasan tersebut langsung memicu volatilitas harga energi global.

Namun, optimisme pasar masih dibayangi ketidakpastian besar.

Baca juga: Intel AS: Pemimpin Tertinggi Iran Bersembunyi di Lokasi yang Dirahasiakan

Baik Washington maupun Teheran disebut masih berselisih dalam sejumlah isu utama, termasuk mekanisme pengawasan, sanksi ekonomi, serta keamanan jalur pelayaran di Teluk Persia.

Dikutip dari Reuters, harga minyak sempat menyentuh level terendah sejak 7 Mei di awal sesi perdagangan sebelum sedikit stabil di akhir hari.

Analis energi MST Marquee, Saul Kavonic, mengatakan bahwa pasar saat ini bergerak berdasarkan ekspektasi jangka pendek, bukan kepastian.

“Terlepas dari semua risiko yang masih ada terkait kesepakatan damai dan Selat Hormuz, kini ada secercah harapan yang memberi sedikit kelegaan bagi harga minyak dalam jangka pendek,” kata Kavonic, dikutip dari Reuters.

Sementara itu, analis lain menilai bahwa sekalipun kesepakatan tercapai, pemulihan penuh arus energi melalui Selat Hormuz tidak akan terjadi dalam waktu singkat.

Infrastruktur minyak yang terdampak konflik diperkirakan membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk kembali normal.

Indian Express melaporkan pelaku pasar masih berhati-hati karena ketegangan geopolitik di Timur Tengah belum sepenuhnya mereda, meskipun ada sinyal diplomasi yang lebih terbuka dibandingkan sebelumnya.

Baca juga: Tak Jadi di AS, Iran Pindahkan Markas Piala Dunia 2026 ke Meksiko, FIFA Akhirnya Setuju

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini