Kondisi ini membuat harga minyak global tetap rentan terhadap perubahan sentimen politik, terutama dari perkembangan hubungan AS–Iran yang selama ini menjadi salah satu faktor utama penggerak pasar energi dunia.
Hingga perdagangan ditutup, tekanan jual masih mendominasi pasar minyak, dengan investor memilih mengamankan posisi di tengah ketidakpastian arah kebijakan kedua negara.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Baca tanpa iklan