Baca juga: Dokter di Kanada Bayar Gugatan Rp 143 Miliar Karena Pakai Spermanya Dalam Inseminasi Buatan
Polisi menyebut tidak memiliki nama atau foto tersangka maupun rekaman keamanan dari insiden.
Namun mereka memiliki deskripsi pria itu.
Dengan bantuan publik, polisi berharap dapat mengidentifikasi pelaku dan mendakwanya dengan penyerangan.
Penyelidik juga sedang memeriksa catatan vaksinasi apotek dari beberapa hari sebelumnya dalam upaya mengidentifikasi tersangka.
Akibat insiden itu, pihak apotek berkata kepada CBC bahwa mereka menunda program vaksinasi.
Baca juga: Kisah Gadis 14 Tahun Asal Kanada Menuju Olimpiade, Kematian Pelatih & Perjuangan Ayah Melawan Kanker
Baca juga: 751 Kuburan Tak Bertanda Ditemukan di Kanada, PM Justin Trudeau Desak Paus Fransiskus Minta Maaf
Perusahaan induk Brunet Pharmacy, The Jean Coutu Group Inc., mengutuk kejadian itu.
Mereka menyebut aksi pelaku tidak bisa diterima, apalagi dilakukan kepada tenaga medis yang sudah bekerja keras sejak awal pandemi.
Saat ini, Kanada telah memvaksinasi 69,8% populasinya, menurut Our World in Data yang dipantau CNN.
Sebagian besar orang Kanada menyambut baik langkah-langkah pengendalian pandemi, termasuk vaksinasi.
Negara itu juga menjadi salah satu negara dengan tingkat vaksinasi tertinggi di seluruh dunia.
Meski begitu, jumlah kasus dan rawat inap terus meningkat, menurut Badan Kesehatan Masyarakat Kanada.
Jumlah kasus meningkat terutama di kalangan orang Kanada yang lebih muda dan tidak divaksinasi.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)
Berita lainnya dari Kanada