Peserta yang mengidap sleep apnea dan terinfeksi Covid-19 yang dirawat di rumah sakit 31 persen lebih tinggi dibandingkan dengan peserta yang terinfeksi virus Corona namun tidak mengidap sleep apnea.
Selain itu, mereka yang memiliki kedua kondisi tersebut 31 persen lebih mungkin meninggal karena Covid-19.
Para peneliti juga mengatakan, gangguan aliran oksigen akibat sleep apnea mungkin menyebabkan peningkatan peradangan pada organ-organ penting dalam tubuh, termasuk paru-paru dan jantung, yang mengakibatkan Covid-19 yang lebih parah.
Namun peneliti mengatakan perlunya penelitian lebih lanjut untuk mengkonfirmasi hal ini.
"Temuan (kami) menunjukkan bahwa gangguan pernapasan khusus saat tidur adalah pendorong parahnya Covid-19,” kata Mehra.
Baca juga: Studi: Pandemi Covid-19 Pangkas Harapan Hidup Mayoritas Penduduk Dunia Sejak Perang Dunia II
“Namun data lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah pengobatan gangguan pernapasan saat tidur ini meningkatkan hasil Covid-19," katanya. (Tribunnews.com/UPI/Hasanah Samhudi)
Baca tanpa iklan