News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Presiden Polandia Andrzej Duda Positif Covid-19

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ilustrasi virus corona

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, WARSAWA - Seorang pembantu utama Presiden Polandia Andrzej Duda pada Rabu waktu setempat menyampaikan bahwa hasil tes sang kepala negara telah menunjukkan 'positif terinfeksi' virus corona (Covid-19).

Setelah dinyatakan terinfeksi, Duda pun kini tengah menjalani masa isolasi mandiri.

"Presiden baik-baik saja, tidak memiliki gejala yang parah, dan berada di bawah perawatan medis yang konstan," kata Kepala Staf Kepresidenan, Pawel Szrot dalam cuitan di akun Twitternya.

Dikutip dari laman Sputnik News, Rabu (5/1/2022), Duda sebelumnya telah dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 pada Oktober 2020.

Baca juga: Varian Baru Covid-19 IHU Ditemukan di Prancis, 12 Kasus Tercatat, Belum Terdeteksi di Negara Lain

Saat itu, ia menuliskan cuitan di Twitter bahwa dirinya tidak mengalami gejala dan hasil tesnya pun dianggap 'membingungkan'.

Sedangkan pengumuman terkait dirinya yang positif terinfeksi Covid-19 pada Rabu ini, terjadi beberapa hari setelah Menteri Kesehatan (Menkes) Polandia Adam Niedzielski mengatakan kepada stasiun radio lokal RMF FM bahwa kementeriannya mungkin akan lebih banyak memberlakukan pembatasan Covid-19 untuk mengatasi penyebaran varian baru Omicron.

"Jika kita melihat minggu ini bahwa kita memiliki kelanjutan dari tren peningkatan infeksi, dengan sekitar 20.000 tempat tidur rumah sakit telah terisi. Tren yang masih sangat tinggi ini akan membuat kita mengambil keputusan yang lebih memberatkan, kita akan berbicara tentang sekolah, penutupan pusat perbelanjaan misalnya, tapi saya tidak mau berprasangka buruk," kata Niedzielski.

Baca juga: Singapura Thailand dan Eropa di Fase Pemulihan Ekonomi, Indonesia Jangan Mau Kalah

Sebelumnya pada Senin lalu, ia menyampaikan bahwa negara itu kemungkinan akan memberlakukan aturan pembatasan baru Covid-19 jika kasus infeksi terus mengalami peningkatan.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini