News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Studi di Inggris: Dua Pertiga Orang yang Terpapar Omicron Pernah Positif Covid-19 Sebelumnya

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Miftah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Warga London mengantre untuk memasuki department store Selfridges menjelang penjualan Boxing Day di pusat kota London pada 26 Desember 2021.

Omicron adalah varian Covid-19 yang sangat menular yang telah diidentifikasi oleh otoritas kesehatan di setidaknya 171 negara.

Varian ini pula lah yang telah menyebabkan rekor jumlah kasus Covid-19 di banyak negara.

Pada hari Senin (24/1/2022), Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan kepada dewan eksekutif organisasi bahwa sejak varian Omicron diidentifikasi 2 bulan lalu lalu, lebih dari 80 juta kasus Covid-19 telah dilaporkan ke WHO.

Jumlah itu lebih banyak dari yang dilaporkan sepanjang tahun 2020.

Pekan lalu, rata-rata 100 kasus dilaporkan setiap tiga detik, kata Tedros, dan seseorang meninggal karena virus setiap 12 detik.

Studi REACT terbaru menemukan bahwa meskipun infeksi virus corona menurun di Inggris pada awal Januari, infeksi kemudian "meningkat pada tingkat tinggi," dengan rasio 1 dari 23 orang terinfeksi.

Dari tes yang diambil dalam putaran terakhir penelitian, 4,4% positif, menandai adanya peningkatan tiga kali lipat dari Desember.

Pada hari Selasa, Inggris untuk sementara mencatat 94.326 kasus Covid-19 baru dan 439 kematian dalam waktu 28 hari setelah hasil tes positif.

Pada akhir Desember, infeksi Covid di negara itu mencapai 246.415 hasil tes positif dalam satu hari.

Namun, Inggris justru berencana membatalkan sebagian besar aturan Covid-19 pada hari Kamis, di mana pemakaian masker tidak lagi diwajibkan dan masyarakat tidak lagi disarankan untuk bekerja dari rumah.

Hampir 85% dari populasi negara yang memenuhi syarat - mereka yang berusia di atas 12 tahun - telah divaksinasi penuh terhadap Covid-19, sementara 64% telah menerima suntikan booster.

BA.2 'varian dalam penyelidikan'

Studi Imperial College juga menemukan bahwa 0,4% dari tes positif disebabkan oleh sub-varian omicron BA.2.

Infeksi Omicron saat ini terdiri dari empat sub-varian, menurut WHO.

Garis keturunan BA.1 adalah yang paling dominan.

Tren di India, Afrika Selatan dan Denmark menunjukkan bahwa BA.2 menjadi lebih umum.

Pekan lalu, Badan Keamanan Kesehatan Inggris menetapkan BA.2 sebagai "varian yang sedang diselidiki," lapor Sky News, meskipun masih ada beberapa kasus sub-varian.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini