Sejumlah orang Afrika yang mencoba melarikan diri dari Ukraina setelah Rusia menginvasi pada pekan lalu juga mengatakan mereka mengalami masalah dalam mendapatkan bus atau kereta api ke perbatasan Ukraina karena mereka berkulit hitam.
Namun, dengan begitu banyak pengungsi yang membanjiri penyeberangan perbatasan Ukraina, Serge Nyangi, yang membantu siswa Kongo mengakses beasiswa untuk belajar di Ukraina, mengatakan kepada DW bahwa dia yakin tuduhan rasisme dibesar-besarkan.
"Ada orang yang mencoba memanjat pembatas, ada yang berkelahi dengan penjaga. Jika Anda melihat apa yang terjadi di sana, Anda akan tahu bahwa penjaga tidak mungkin memilih siapa yang harus dilewati," katanya dalam wawancara telepon dari Ukraina. .
Manuel Assuncao, seorang mahasiswa Angola di Ukraina, mengatakan dia yakin sebagian dari masalahnya adalah kekacauan umum di dalam negeri, dengan begitu banyak orang menyelamatkan diri.
"Kami melihat tank lewat dan bom jatuh. Wajar jika orang-orang tegang," katanya kepada DW, Senin (28/02).
ha/hp (DW, AFP, NDTV)
Baca tanpa iklan