News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Fakta-fakta di Balik Sikap Turki Tolak Finlandia-Swedia Masuk NATO

Penulis: Setya Krisna Sumarga
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat melihat Su-57, jet tempur generasi ke-5 Rusia paling canggih yang ditampilkan dalam pertunjukan udara di 2019 MAKS Air Show, di Bandara Internasional Zhukovsky Moskow, Rusia.

Turki mengendalikan petak-petak wilayah di Suriah utara dan telah dituduh oleh beberapa LSM memaksa penduduk setempat keluar.

Erdogan Menekan Washington

Lantas, bagaimana dan apakah Washington akan terlibat tawar menawar ini?

Mensur Akgun, profesor hubungan internasional di Universitas Kultur Istanbul, mengatakan kepada Al Jazeera Ankara berusaha menggunakan situasi ini guna menekan Washington.

“Ankara telah berada di bawah sanksi AS atas jet tempur F-35 dan tidak senang dengan hal itu,” kata Akgun.

Pembelian sistem pertahanan S-400 Rusia oleh Turki telah menjadi salah satu masalah utama yang telah merenggangkan hubungan antara Turki dan AS dalam beberapa tahun terakhir.

Pada Juli 2019, AS menghapus Ankara dari program jet tempur F-35 utamanya beberapa hari setelah Turki menerima pengiriman pertama S-400 Rusia.

Sekutu AS dan NATO mengatakan penggunaan sistem pertahanan rudal Rusia oleh anggota NATO berbahaya bagi sistem pertahanan NATO.

Tetapi Turki mengatakan pihaknya memutuskan untuk membeli sistem rudal tersebut setelah pemerintahan Presiden Barack Obama saat itu menghentikan penjualan system rudal Patriot.

Turki juga mengutuk dukungan Washington untuk kelompok bersenjata Kurdi di Suriah. AS mengakui PKK sebagai organisasi “teroris”.

Tetapi secara militer dan politik mendukung Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), sebuah cabang kelompok Kurdistan Suriah.

Turki secara historis mendukung perluasan NATO, jadi Akgun percaya bahwa pada akhirnya akan ada kompromi.

“Turki mungkin tidak mendapatkan apa yang diinginkannya, tetapi sekutunya kemungkinan akan menawarkan sesuatu yang akan memuaskannya,” katanya kepada Al Jazeera.

“Ankara akan bernegosiasi seperti yang akan dilakukan anggota lain, sejalan dengan kepentingan nasionalnya.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini