8. Italia laporkan 20 kasus
9. AS laporkan 19 kasus
10. Belgia laporkan 12 kasus
Baca juga: Ahli: Terlalu Dini Simpulkan Monkeypox Bisa Picu Risiko Kesehatan Masyarakat
Monkeypox adalah penyakit virus langka yang endemik di daerah terpencil di dekat hutan tropis Afrika Tengah dan Barat.
Menurut WHO, virus ini biasanya ditularkan ke manusia oleh hewan liar, seperti hewan pengerat dan primata.
Sedangkan penyebaran sekundernya di antara manusia terbatas.
Menurut WHO, biasanya koefisien kematian selama wabah cacar monyet berkisar antara 1 % hingga 10 % dengan mayoritas kematian pada kelompok usia yang lebih muda.
Tidak ada pengobatan atau vaksin khusus, namun inokulasi dini terhadap cacar juga berfungsi sebagai pencegahan yang sangat efektif.
Baca juga: Epidemiolog Sebut Tidak Tahu Berapa Lama Virus Monkeypox Telah Menyebar
Vaksin Monkeypox
Dikutip CNBC, ada 2 jenis vaksin yang kini dimiliki negara itu, namun opsi yang lebih disukai adalah vaksin yang memiliki pasokan lebih sedikit.
Jynneos adalah vaksin dua dosis yang disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS pada 2019 untuk mencegah Monkeypox pada orang berusia 18 tahun ke atas.
CDC umumnya merekomendasikan vaksin Jynneos dibandingkan pilihan lainnya yakni ACAM2000, yang merupakan vaksin cacar generasi tua yang dapat menimbulkan efek samping serius.
Pekan lalu, pejabat CDC Dr. Jennifer McQuiston mengatakan bahwa AS memiliki 1.000 dosis Jynneos yang tersedia.
Baca juga: Vaksin ACAM2000 Monkeypox Disebut Bahaya untuk Ibu Hamil hingga Penderita Penyakit Jantung
Dosis tersebut pun memiliki umur simpan selama 3 tahun.
Selain Jynneos, pemerintah AS juga memiliki persediaan lebih dari 100 juta dosis ACAM2000 yang diproduksi oleh Emergent BioSolutions.
Perlu diketahui, Jynneos dan ACAM2000 dapat diberikan sebelum maupun sesudah terpapar virus.
Namun, pasien perlu menerima vaksin itu dalam waktu 4 hari setelah terpapar untuk mencegah timbulnya penyakit.
Berita lain terkait dengan Penyakit cacar monyet
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)
Baca tanpa iklan