News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

INTIP Kemampuan Peluru Kendali Korea Utara, Ada yang Berkecepatan 6.200 Kilometer per Jam

Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dua peluru kendali China diluncurkan Jumat (5/8/2022) pagi, salah satunya memasuki wilayah Jepang. (insert peluru kendali yang diluncurkan)

Terlepas dari namanya, para analis mengatakan fitur utama senjata hipersonik bukanlah kecepatan tetapi kemampuan manuvernya, yang dapat membantu mereka menghindari pencegatan rudal anti misil dan anti serangan udara.

Analis juga mengatakan ukuran Hwasong-17 serta klaim Korea Utara tentang pengembangan teknologi untuk mengendalikan satelit, menunjukkan bahwa Pyongyang sedang berupaya membuat ICBM-nya mampu membawa beberapa hulu ledak nuklir yang dapat bermanuver, dan membawa umpan yang dapat membantu mereka menghindari pertahanan.

 Tahun 2022 Korea Utara menguji coba rudal dari lokasi yang berbeda dan meluncurkan platform yang menurut para analis adalah upaya untuk mensimulasikan konflik dan mempersulit musuh untuk mendeteksi dan menghancurkan rudal.

Pada bulan Januari, Korea Utara meluncurkan sepasang SRBM dari sebuah kereta api di dekat perbatasan utara dengan China

Menurut media pemerintah Korea Utara KCNA, itu adalah latihan singkat yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pasukan yang mengoperasikan rudal.

Baca juga: Diplomat AS Harap China dan Rusia Kerja Sama Tutup Jaringan Korut Usai Tembakkan Rudal Balistik

Terlepas dari jaringan rel yang terbatas dan terkadang tidak dapat diandalkan di negara itu, rudal berbasis rel kereta api adalah pilihan yang relatif murah dan efisien untuk meningkatkan kemampuan bertahan dari kekuatan nuklir mereka.

Korea Utara juga melakukan tes dari bandara internasional di luar Pyongyang, dan meluncurkan rudal jarak pendek baru dari kapal selam rudal eksperimentalnya. Ia juga berjanji bahwa kapal selam rudal operasional akan segera dikerahkan.

Bulan April, Korea Utara melakukan uji coba rudal jarak pendek baru yang dikatakan media pemerintah untuk "meningkatkan efisiensi dalam pengoperasian nuklir taktis"

Peluncuran itu menandai pertama kalinya Korea Utara menghubungkan sistem khusus dengan senjata nuklir taktis.

Analis mengatakan menempatkan hulu ledak kecil pada rudal jarak pendek dapat mewakili perubahan berbahaya dalam cara Korea Utara menyebarkan dan berencana untuk menggunakan senjata nuklir, yang memungkinkan Pyongyang untuk mengoperasikan lebih banyak dari rudal jenis tersebut.

Alih-alih mengancam beberapa kota untuk mencegah serangan, mereka bisa menggunakannya untuk melawan berbagai sasaran militer di Selatan. (kompasTV/Edwin Shri Bimo) 
 

>
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini