Sementara itu, sekutu terdekat Moskow yakni Belarus dikabarkan sedang memindahkan pasukan dan perangkat militer untuk menangkal apa yang disebutnya sebagai ancaman terorisme, di tengah tanda-tanda bahwa Moskow mungkin menekan Minsk untuk membuka front baru di Ukraina.
Baca juga: Update Perang Rusia-Ukraina Hari ke-287: Tangki Minyak Rusia Diserang Drone, Picu Ledakan
Presiden Belarus Alexander Lukashenko, yang mengandalkan pasukan Rusia untuk menghentikan pemberontakan rakyat dua tahun lalu, telah menahan pasukannya sendiri untuk bergabung dalam perang di Ukraina.
Pada Rabu (7/12/2022), Dewan Keamanan Belarus, dikutip oleh kantor berita negara Belta, mengatakan pasukan dan perangkat militernya akan bergerak di negara itu selama dua hari ke depan, dengan senjata tiruan yang digunakan untuk pelatihan.
Namun, tidak ada rincian pasti mengenai jumlah pasukan atau jenis perangkat militer yang akan dipindahkan.
Baca tanpa iklan