News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Jenderal Gulevich Tuduh Barat Terus Provokasi Agar Belarus Terlibat Perang

Penulis: Setya Krisna Sumarga
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Gambar handout yang diambil dan dirilis oleh Kementerian Pertahanan Rusia pada 8 Januari 2021 menunjukkan pasukan terjun payung Belarusia turun dari pesawat kargo militer setelah mendarat di Kazakhstan. - Presiden Kazakhstan telah menolak seruan untuk melakukan pembicaraan dengan pengunjuk rasa setelah berhari-hari kerusuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya, bersumpah untuk menghancurkan bandit bersenjata dan mengizinkan pasukannya untuk menembak mati tanpa peringatan. Dalam upaya baru untuk menenangkan para pengunjuk rasa, pemerintah menetapkan batas harga bahan bakar selama enam bulan. (Photo by Handout / Russian Defence Ministry / AFP)

Di Kiev, Menteri Luar Negeri Ukraina Dmitry Kuleba mengatakan Kiev tidak memahami keraguan Berlin tentang pengiriman senjata berat yang dibutuhkan Ukraina.

Berbicara kepada program berita Tagesschau, Kuleba mengklaim Jerman telah berjanji mengirim lebih banyak senjata ke Ukraina, tapi tidak termasuk tank yang telah berulang kali diminta Kiev.

“Keputusan seperti itu belum dibuat, tidak ada janji yang diberikan. Tapi kami sedang mengusahakannya," kata Kuleba.

Kuleba menegur Berlin atas pendiriannya tentang masalah tersebut, dengan mengatakan pemerintah Ukraina tidak dapat memahami mengapa Jerman mengirimkan artileri, bukan kendaraan lapis baja berat.

“Sejujurnya, kami tidak memahami alur argumen ini,” kata Kuleba. Ia menambahkan kurangnya senjata berarti konflik akan berlangsung lebih lama, tidak sesuai kepentingan Ukraina maupun pendukung baratnya.

Pejabat itu mengatakan Ukraina membutuhkan generator dan trafo untuk bertahan hidup di musim dingin di tengah serangan Rusia yang berulang pada infrastruktur energi negara.

Rusia mulai menargetkan fasilitas energi Ukraina pada awal Oktober, menuduh Kiev menyerang infrastruktur kritisnya, termasuk Jembatan Krimea yang strategis.

Kuleba menunjukkan skenario pemadaman total di Ukraina adalah realistis. Dia tidak mengharapkan eksodus massal warga Ukraina dari negara tersebut.

Kuleba yakin orang akan mengungsi ke daerah pedesaan,  tempat mereka  bisa memiliki kesempatan menghangatkan diri menggunakan kayu bakar.

Utusan Kiev untuk Jerman, Aleksey Makeev, juga mengecam otoritas Jerman karena menolak mengirim sistem pertahanan udara Patriot buatan AS ke Ukraina.

Menyusul dimulainya operasi militer Moskow di Ukraina pada akhir Februari, Jerman, bersama dengan negara-negara barat lainnya, memberi Kiev sejumlah besar persenjataan, termasuk sistem pertahanan udara dan howitzer self-propelled.

Moskow telah berulang kali memperingatkan barat untuk tidak memompa Ukraina dengan senjata karena hanya akan memperpanjang konflik.(Tribunnews.com/RussiaToday/xna)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini