TRIBUNNEWS.COM - Protes anti perang terhadap invasi Rusia ke Ukraina telah meluas hingga ke 60 kota di Rusia.
Warga Rusia menyerukan anti perang melalui pajangan bunga, boneka mainan, dan catatan yang diletakkan di lokasi terjadinya serangan.
“Itu adalah pernyataan menentang perang, bukan hanya berkabung untuk orang mati di Dnipro,” kata wanita yang mendukung anti perang saat meletakkan bunga di tugu peringatan di kota Novosibirsk, Siberia, Sabtu (4/2/2023).
“Saya tidak bisa tinggal diam,” katanya kepada The Moscow Times.
Gambar blok apartemen yang hancur, korban sipil, dan upaya penyelamatan putus asa setelah serangan 14 Januari di Dnipro berfungsi sebagai pengingat betapa mengerikannya perang.
Penghormatan berkelanjutan kepada para korban serangan Dnipro adalah protes anti-perang nasional pertama sejak demo anti mobilisasi pada September 2022.
Baca juga: Tentara Ukraina Menduga Pasukan Rusia Pakai Obat-obatan agar Bisa Bertarung Selama Berjam-jam
Sejumlah orang Rusia yang mendukung anti perang, meletakkan bunga di tugu peringatan korban di Dnipro.
“Saya memutuskan untuk meletakkan bunga di tugu peringatan lokal untuk menunjukkan bahwa tidak semua orang Rusia kurang memiliki belas kasihan terhadap orang Ukraina,” kata seorang pria dari distrik otonom Khanty-Mansiisk.
“Saya sedang memikirkan tentang korban serangan Dnipro dan bagaimana rasanya berada di bawah reruntuhan.”
Baca juga: Donald Trump Mengaku Tahu Cara Hentikan Perang Rusia-Ukraina dalam 24 Jam, tapi Enggan Mengatakannya
Rencana Protes Anti Perang pada 24 Februari 2023
Tanggal 24 Februari 2023 akan menandai satu tahun serangan Rusia ke Ukraina.
Komite Anti-Perang menyerukan kepada semua warga negara Rusia yang berada di luar negeri untuk bergabung dalam protes pada hari itu.
Mereka diminta protes di luar kedutaan, konsulat, perwakilan perdagangan Rusia, atau tempat lain yang telah disepakati sebelumnya.
Komite Anti Perang mengajak orang Rusia di luar negeri untuk mengikuti protes karena mereka berada di luar jangkauan aparat represif Putin.
24 Februari harus menjadi hari protes terhadap perang Putin dan hari solidaritas dengan rakyat Ukraina.
Orang Rusia di luar negeri harus dengan jelas dan tegas menyatakan posisi anti-perang mereka.
Komite Anti-Perang siap menawarkan dukungan hukum, informasi, dan organisasi kepada setiap warga negara Rusia atau kelompok aktivis yang mendukung posisi anti-perang dan ingin ikut serta dalam protes pada 24 Februari.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Berita lain terkait Konflik Rusia VS Ukraina