News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Gempa di Turki

Dokter di Suriah: Banyak Orang yang Masih Hilang, Mereka Butuh Bantuan

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Erik S
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sebuah gambar menunjukkan puing-puing di kota tua Aleppo pada 7 Februari 2023 setelah gempa mematikan. - Bulan Sabit Merah Suriah mengimbau negara-negara Barat untuk mencabut sanksi dan memberikan bantuan setelah gempa kuat telah menewaskan lebih dari 1.600 orang di seluruh negara yang dilanda perang. Gempa berkekuatan 7,8 pada awal hari sebelumnya, yang juga telah menewaskan ribuan orang di negara tetangga Turki, menyebabkan kerusakan luas di bagian Suriah yang dikuasai rezim dan pemberontak. (Photo by Louai Beshara / AFP)

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, ALEPPO - Dr Mohammed, yang berasal dari kota Idlib di Suriah dan bekerja di sana untuk lembaga amal Hand in Hand for Aid and Development, mengatakan bahwa orang-orang di sana banyak yang masih 'hilang' akibat gempa.

Ia pun menegaskan terbatasnya bantuan di rumah sakit tempat dirinya bekerja.

Baca juga: Turki dan Suriah Berduka, Ada Ibu Melahirkan dalam Reruntuhan Hingga Gadis 14 Tahun Tertimbun 40 Jam

"Kami tidak punya listrik. Kami mengelola rumah sakit melalui generator, untuk terus memberikan layanan," kata Dr Mohammed.

Dikutip dari laman BBC, Rabu (8/2/2023), dirinya menekankan bahwa saat ini diperlukan lebih banyak pasokan medis.

"Banyak yang kini tidak punya apa-apa. Orang-orang meminta tempat berlindung, makanan di jalan, air. Mereka membutuhkan bantuan. Inilah dunia kami sekarang, selama sepuluh tahun saya melakukan yang terbaik dan saya akan mengatur diri saya sendiri di sini, untuk tetap aman dalam menjalani tugas semampu saya," jelas Dr Mohammed.

Dirinya kembali menegaskan bahwa dokter di Suriah selama ini telah banyak melewati tantangan.

Baca juga: Update Gempa Turki: Jumlah Korban Tewas di Turki dan Suriah Berjumlah Lebih dari 11.200 Orang

“Kami telah melewati banyak krisis sebelumnya, jadi sebagai warga Suriah, kami terus berusaha," pungkas Dr Mohammed

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini