Kedua anaknya, berusia 9 dan 11 tahun, diselamatkan setelah tentara pergi dari tempat itu. Moe Kyaw sendiri tidak menjelaskan bagaimana ia mengetahui perlakuan tentara terhadap istrinya.
Organisasi Pemerintahan Persatuan Myanmar (NUG), kelompok utama yang menentang kekuasaan junta, menyebut para tentara yang membantai sipil itu berasal dari Divisi Infanteri Ringan ke-99 yang bermarkas di wilayah Mandalay.
Sebelumnya, dalam kejadian terpisah, pasukan junta militer Myanmar dilaporkan menculik dua bocah berusia 12 dan 13 tahun yang membantu Pasukan Pertahanan Rakyat pada 26 Februari.
Kedua bocah itu dipenggal usai disuruh menunjukkan lokasi kamp mereka.
Baca tanpa iklan