Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari
TRIBUNNEWS.COM, TAIPEI - China telah mensimulasikan serangan presisi di Taiwan selama latihan militer gabungan di sekitar pulau itu.
Pernyataan ini disampaikan media pemerintah China pada hari Minggu kemarin.
Manuver yang melibatkan kapal induk itu diluncurkan sebagai respons atas perjalanan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen ke Amerika Serikat (AS).
Dikutip dari laman Russia Today, Senin (10/4/2023), Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan sembilan kapal Angkatan Laut dan 71 pesawat tempur telah terdeteksi di dekat pulau itu pada Minggu pagi waktu setempat.
Sementara itu 45 pesawat, termasuk jet tempur, pesawat pengintai dan drone tampak menyeberang ke zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) pulau itu.
"Pesawat patroli Taiwan sendiri, serta kapal Angkatan Laut dan sistem rudal darat diaktifkan untuk 'merespons kegiatan ini'," kata kementerian itu.
Baca juga: Pertemuan Pengusaha Indonesia dan Tiongkok Perkuat Hubungan Indonesia-China
Juru bicara Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), Kolonel Senior Shi Yi mengatakan pada Sabtu lalu, kapal dan pesawat yang 'mengelilingi' Taiwan itu merupakan bagian dari latihan.
Shi menggambarkan latihan tersebut sebagai peringatan 'melawan kolusi antara pasukan separatis yang mencari 'kemerdekaan Taiwan' dan kekuatan eksternal dan melawan aktivitas provokatif mereka'.
Permainan perang tiga hari bernama 'United Sharp Sword' diluncurkan pada Sabtu lalu, setelah kembalinya Tsai dari AS.
China selama ini memandang Taiwan, yang telah diperintah oleh pemerintah terpisah sejak akhir 1940-an, sebagai wilayah kedaulatannya dan menentang segala bentuk pengakuan diplomatik terhadap otoritas Taiwan.
Pada Jumat lalu, China memasukkan dua kelompok berbasis di Taiwan, ke dalam daftar hitam karena dituduh mempromosikan kemerdekaan pulau itu.
Sebagai bagian dari tur 10 harinya di Amerika Tengah dan Utara, Tsai bertemu dengan Ketua DPR AS Kevin McCarthy, yang berjanji akan terus mendukung Taiwan.
"Saya percaya ikatan kita lebih kuat sekarang daripada kapanpun atau kapan pun dalam hidup saya," kata anggota Kongres dari Partai Republik itu.
Sementara itu, delegasi AS yang dipimpin oleh Ketua Komite Urusan Luar Negeri DPR Michael McCaul tiba di Taiwan pada Kamis lalu.
Baca tanpa iklan