"Produk yang dibeli di Jepang tersebut mengandung steroid, yang merupakan bahan farmasi, dan kami yakin hal ini dapat menimbulkan masalah berdasarkan Undang-Undang Farmasi dan Alat Kesehatan. Selain itu, situs paket, manual, dan mail-order dari merek yang sama juga memiliki deskripsi yang dapat diartikan sebagai khasiat, dosis, dan pemberian obat."
Pengemasan produk yang dibeli di Jepang tersebut tidak memiliki label bahan yang tepat, "Kami yakin hal ini dapat menimbulkan masalah berdasarkan Undang-Undang Pelabelan Makanan," tambah sumber di NCAC lagi.
Peringatan keras tersebut juga disampaikan kepada Badan Urusan Konsumen Kementerian Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan, Komisi Konsumen Kantor Kabinet, Komisi Keamanan Pangan Kantor Kabinet, Institut Nasional Inovasi Biomedis, Kesehatan dan Gizi, Asosiasi Pemasaran Langsung Jepang serta Asosiasi Pasar Online di Jepang.
NCAC juga mengungkapkan jamu tersbeut dari Jawa Indonesia dijual dengan harga 6100 yen dengan berat 150 gram diimpor oleh Kojuku Co., Ltd. yang berpusat di Osaka Jepang. Bulan Februari 2023 dijual lewat online belanja Rakuten oleh perusahaan tersebut.
Sementara itu bagi para pecinta Jepang dapat bergabung gratis ke dalam whatsapp group Pecinta Jepang dengan mengirimkan email ke: info@sekolah.biz Subject: WAG Pecinta Jepang. Tuliskan Nama dan alamat serta nomor whatsappnya.
Baca tanpa iklan