Bahkan Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu RI) membenarkan adanya satu warga negara Indonesia (WNI) yang terkena pantulan peluru nyasar di Sudan, namun lukanya tidak parah dan kondisi WNI tersebut sudah sehat.
Direktur Perlindungan WNI Kemlu, Judha Nugraha mengatakan hal tersebut terjadi pada hari kedua konflik.
WNI yang diketahui seorang mahasiswa itu tinggal di Arkaweet.
Yang bersangkutan terkena pantulan peluru nyasar yang menyebabkan goresan kecil di pinggang.
"Saat ini yang bersangkutan sudah sembuh dan sehat," ungkap Judha kepada wartawan, Rabu (19/4/2023).
Direktur Kemlu juga membeberkan upaya Perwakilan RI menyelamatkan WNI, ditengah situasi konflik dan pertempuran yang terjadi di Sudan.
(Tribunnews.com)
Baca tanpa iklan