News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kapan Ukraina melancarkan serangan balik ke Rusia?

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Untuk menangkal Rusia di angkasa, Angkatan Bersenjata Ukraina membutuhkan sistem pertahanan udara bergerak dalam jumlah besar - tetapi hingga awal Mei, mereka tidak memiliki cukup banyak unit semacam itu di garis depan yang luas.

Namun, di sisi lain, tentara Rusia bermasalah dengan koordinasi dan pelatihan unit-unitnya. Mereka pun mengalami pukulan signifikan terhadap kondisi moral dan psikologis.

Serangan berkepanjangan yang gagal di dekat Mariinka, Vuhledar, Avdiivka, dan Bakhmut sangat melelahkan pasukan Rusia, terutama dalam hal pasokan amunisi.

Di mana lokasi serangan balik Ukraina?

Untuk mempertahankan elemen kejutan, para pemimpin Ukraina merahasiakan lokasi serangan balik mereka.

Namun, sejumlah analis dan pakar militer telah memperkirakan sejumlah wilayah yang dapat dipilih Ukraina.

Salah satu tempat tersebut adalah kawasan selatan, di daerah Zaporizhzhia. Jika menuju ke arah ini pasukan Ukraina akan dapat memotong "jembatan darat" Rusia dari Krimea ke Donbas sekaligus mengganggu logistik militer Rusia di kedua arah.

Namun, tentara Rusia telah membentengi daerah ini dengan kuat, termasuk membuat parit besar.

Opsi berikutnya adalah Kota Bakhmut di Ukraina timur, yang merupakan pertempuran terpanjang dan paling berdarah sejauh ini.

Presiden Zelensky menyebutnya "benteng" moral Ukraina.

Keberhasilan Ukraina di sini dapat meningkatkan semangat pasukan Kyiv dan bisa menyebabkan jatuhnya pertahanan Rusia di dekat kota-kota penting yang strategis seperti Popasna, Horlivka, dan Avdiivka.

Opsi selanjutnya adalah bagian selatan dan timur Kherson, atau dari Vuhledar menuju Volnovakha, atau mungkin mencoba memotong rute penting yang strategis antara kota Luhansk di Svatove dan Kreminna di timur.

[removed]!function(s,e,n,c,r){if(r=s._ns_bbcws=s._ns_bbcws||r,s[r]||(s[r+"_d"]=s[r+"_d"]||[],s[r]=function(){s[r+"_d"].push(arguments)},s[r].sources=[]),c&&s[r].sources.indexOf(c)<0){var t=e.createElement(n);t.async=1,t.src=c;var a=e.getElementsByTagName(n)[0];a[removed].insertBefore(t,a),s[r].sources.push(c)}}(window,document,"script","https://news.files.bbci.co.uk/ws/partner-analytics/js/fullTracker.min.js","s_bbcws");s_bbcws('syndSource','ISAPI');s_bbcws('orgUnit','ws');s_bbcws('platform','partner');s_bbcws('partner','tribunnews.com');s_bbcws('producer','indonesian');s_bbcws('language','id');s_bbcws('setStory', {'origin': 'optimo','guid': 'cekd4xd0971o','assetType': 'article','pageCounter': 'indonesia.articles.cekd4xd0971o.page','title': 'Kapan Ukraina melancarkan serangan balik ke Rusia?','published': '2023-05-15T01:51:06.82Z','updated': '2023-05-15T01:51:06.82Z'});s_bbcws('track','pageView');[removed]

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini