News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Ibu Travis King, Tentara AS yang Terobos Perbatasan Korea Utara, Ingin Anaknya Cepat Pulang

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Arif Fajar Nasucha
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Travis King, tentara AS yang masuk secara ilegal ke Korea Utara, kini nasibnya tidak diketahui.

TRIBUNNEWS.COM - Ibu dari Travis King, tentara Amerika yang melintas secara ilegal ke Korea Utara, mengatakan dirinya terkejut mendengar kabar anaknya.

Sang ibu kini hanya ingin Travis King segera dipulangkan, Independent melaporkan.

Dilaporkan sebelumnya, prajurit Kelas 2 Travis King, yang berusia awal 20-an, melintasi perbatasan antar-Korea yang dijaga ketat untuk memasuki Korea Utara.

Ia diyakini ditahan setelah memasuki negara tertutup tersebut.

Ibu Travis King, Claudine Gates, yang tinggal di Racine, Wisconsin, mengatakan kepada ABC News bahwa dia terakhir kali mendengar kabar dari putranya "beberapa hari yang lalu".

"Saya tidak percaya Travis melakukan hal seperti itu," kata Gates.

Baca juga: Travis King, Tentara AS Ditahan di Korea Utara setelah Terobos Perbatasan Tanpa Izin

Gates mengatakan dia menerima informasi bahwa King ditahan di Korea Utara pada Selasa (18/7/2023) pagi.

Sebelumnya, putranya mengatakan kepadanya bahwa dia akan segera kembali ke markasnya di Fort Bliss, Texas.

Travis King menjadi orang Amerika pertama yang ditahan di Korea Utara dalam hampir lima tahun terakhir setelah melintasi zona demiliterisasi (DMZ) yang dijaga ketat yang memisahkan Korea Utara dan Korea Selatan.

Travis King bergabung dengan tentara AS pada tahun 2021.

Ia seharusnya kembali ke markasnya di Texas untuk menjalani hukuman disipliner militer tambahan.

Travis King sebelumnya dipenjara hampir dua bulan di penjara Korea Selatan atas tuduhan penyerangan, kata pejabat AS.

Turis mengunjungi pusat wisata untuk tur Zona Demiliterisasi Korea (DMZ) yang membagi dua Korea di taman perdamaian Imjingak di kota perbatasan Paju pada 19 Juli 2023. (Jung Yeon-je / AFP)

Baca juga: Korea Utara Tembakkan Dua Rudal Beberapa Jam Setelah Kapal Selam AS Tiba di Korsel

Setelah dibebaskan pada 10 Juli, Travis King dibawa ke bandara oleh tentara AS dan melewati gerbang keamanan, dikawal sampai ke bea cukai.

Namun Travis King tidak naik pesawat itu.

Ia melarikan diri dan bergabung dengan rombongan tur sipil zona demiliterisasi antara Korea Selatan dan Utara.

Selama beberapa kali dalam tur itu, dia meninggalkan grup dan dilaporkan tertawa keras saat melarikan diri.

Komando PBB dalam sebuah pernyataan mengatakan:

"Seorang warga negara AS dalam tur orientasi JSA (Area Keamanan Bersama) melintasi, tanpa izin, Garis Demarkasi Militer ke Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK)."

Sebuah truk sampah melewati barikade di pos pemeriksaan militer di jembatan Tongil, jalan menuju desa gencatan senjata Panmunjom, di kota perbatasan Paju pada 19 Juli 2023. (Jung Yeon-je / AFP)

Baca juga: Kim Jong Un: Korea Utara Beri Dukungan Penuh dan Solidaritas pada Rusia

Pihak berwenang mengatakan, "Kami sedang bekerja dengan rekan-rekan KPA (tentara Korea Utara) untuk menyelesaikan insiden ini".

Saat ini nasib Travis King ada di tangan Korea Utara.

Hubungan Korea Utara dan Amerika Serikat menegang karena masalah nuklir.

Pada hari Rabu (19/7/2023), Korea Utara menembakkan dua rudal balistik dari ibu kotanya Pyongyang ke laut lepas pantai timurnya.

Setiap rudal meluncur sejauh 550 km dan 600 km dan rudal tersebut mendarat di luar zona ekonomi eksklusif Jepang.

Peluncuran itu dianggap sebagai tanggapan atas kapal selam bersenjata nuklir yang dikerahkan oleh AS ke perairan Korea Selatan.

USS Kentucky, kapal selam kelas Ohio, tiba di pelabuhan Busan Korea Selatan pada Selasa sore, kata kementerian pertahanan Korea Selatan.

Ini adalah kedatangan pertama kapal selam bersenjata nuklir AS ke Korea Selatan sejak 1980-an.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini