News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Serangan Drone Ukraina di Krimea Tewaskan Seorang Gadis, 4 Bangunan Administrasi Rusak

Penulis: Nuryanti
Editor: Arif Fajar Nasucha
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Jembatan Kerch yang menghubungkan Krimea ke Rusia rusak berat setelah serangan pada 17 Juli 2023. Serangan pesawat tak berawak atau drone Ukraina di Krimea menyebabkan seorang gadis tewas.

TRIBUNNEWS.COM - Seorang gadis tewas dalam serangan pesawat tak berawak atau drone Ukraina di Krimea barat laut, Kamis (20/7/2023).

Hal ini disampaikan oleh Kepala Otoritas Krimea, Sergey Aksyonov.

Akibat serangan drone itu, empat bangunan administrasi di Krimea rusak.

"Akibat serangan pesawat tak berawak musuh, empat bangunan administrasi rusak di pemukiman di Krimea barat laut. Layanan darurat bekerja di lokasi."

"Sayangnya, ada korban seorang gadis tewas," ungkap Sergey Aksyonov di saluran Telegramnya, Kamis, dilansir TASS.

Baca juga: Rusia Berpotensi Serang Kapal Kargo yang Berlayar ke Pelabuhan Ukraina di Laut Hitam

Menurut Sergey Aksyonov, drone Ukraina merupakan ancaman besar bagi wilayah tersebut.

Beberapa percobaan serangan drone pada infrastruktur sipil telah dilaporkan dalam beberapa bulan terakhir.

Dua drone permukaan Ukraina menyerang jembatan Krimea pada Senin (17/7/2023).

Serangan drone itu menyebabkan dua orang dewasa tewas dan seorang anak terluka.

Diberitakan BBC, Presiden Rusia Vladimir Putin bersumpah untuk membalas serangan di jembatan yang menghubungkan Krimea dengan Rusia itu.

Moskow menyalahkan Ukraina atas insiden itu, yang menyebabkan dua orang tewas.

Mengenai tuduhan Rusia, Kyiv belum secara resmi menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Baca juga: Fotografer Australia Sedih Foto Putrinya Dicomot Jadi Mural Seniman Pro-Rusia di Mariupol

Presiden Rusia Vladimir Putin, diapit oleh Wakil Perdana Menteri Marat Khusnullin (kiri), mengunjungi Jembatan Selat Kerch, juga dikenal sebagai Jembatan Krimea pada 5 Desember 2022. (Mikhail Metzel / SPUTNIK / AFP)

Sebelumnya, Kementerian transportasi Rusia mengatakan penyangga jembatan tidak rusak.

Namun, Kementerian menegaskan penyelidikan terus berlanjut.

Seorang sumber di dinas keamanan Ukraina mengatakan kepada BBC Rusia bahwa mereka berada di balik serangan itu dan menggunakan drone berbasis air.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini