News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Pasukan Rusia Hancurkan Pusat Kendali Drone Ukraina

Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) dan juru bicaranya Dmitry Peskov (kiri) menghadiri pertemuan Dewan Ekonomi Eurasia Tertinggi di Balai Kongres di Bishkek pada 9 Desember 2022. VYACHESLAV OSELEDKO / AFP

TRIBUNNEWS.COM - Serangan balasan pascasebuah drone Ukraina ditabrakan ke kapal tanker telah dilakukan tentara Rusia.

Artileri Rusia telah menghancurkan pusat kendali  pesawat tak berawak Ukraina yang berada di wilayah Novodonetsk.

"Tembakan artileri peluncuran roket menghancurkan pos komando untuk pesawat tak berawak angkatan bersenjata Ukraina di wilayah Novodonetsk dan artileri penarik Msta-B di wilayah Novoivanovka," kata Oleg Chekhov, kepala pusat pers kelompok tempur Vostok, kepada TASS, Minggu.

Chekhov mengatakan, tembakan artileri menghancurkan stasiun perang elektronik musuh di sebelah barat Zolotaya Niva.

Dia juga mengatakan bahwa drone Lancet Rusia juga menghancurkan dua artileri  Ukraina di Kota Donetsk.

Baca juga: Kementerian Pertahanan Rusia Sebut Ukraina Kehilangan 170 Tentara di Kota Donetsk

Sementara itu, sekretaris pers kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov mengatakan, tidak ada dasar untuk kesepakatan apapun dengan Kiev untuk menyelesaikan konflik di Ukraina.

"Saat ini tidak ada alasan untuk kesepakatan. Kami akan melanjutkan operasi di masa mendatang," kata saat wawancara dengan The New York Times.

Pihak Rusia mengatakan, mereka siap untuk melakukan pembicaraan dengan Ukraina.

Namun Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan, hambatan utama menuju pembicaraan adalah keputusan Presiden Ukraina Vladimir Zlensky pada 30 September 2022 yang melarang pembicaraan apapun dengan Rusia Presiden Vladimir Putin.

Pada 9 Februari, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan bahwa Moskow tidak melihat keinginan pihak Ukraina untuk memulai pembicaraan penyelesaian yang serius.

Saat ditanyakan apakah Rusia ingin menambah luas Rusia dengan menyerang Ukraina,  Dmitry Peskov bilang tidak seperti itu. 

"Kami hanya ingin menguasai  semua tanah yang sekarang tertulis di konstitusi sebagai milik kami," katanya.

Referendum aksesi ke Rusia dilakukan di Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk (DPR dan LPR), serta di Wilayah Zaporozhye dan Kherson dari 23 hingga 27 September 2022.

Mayoritas penduduk mendukung langkah tersebut.

Pada tanggal 30 September 2022, Presiden Rusia Vladimir Putin dan para kepala wilayah ini menandatangani perjanjian tentang aksesi mereka ke Rusia dan pada tanggal 4 Oktober 2022, Putin menandatangani undang-undang yang meratifikasi perjanjian tersebut.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini