News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kisah Kasih Gen Z dengan Anabul Kucing Kesayangan

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kisah Kasih Gen Z dengan Anabul Kucing Kesayangan

Meski kucing sering kali menghabiskan banyak waktu untuk tidur, bagi sebagian orang sulit rasanya menolak pesona wajah yang menggemaskan di balik bulu-bulunya.

Menurut data Statista, di seluruh dunia sekitar 370 juta kucing dipelihara sebagai hewan peliharaan. Tanggal 8 Agustus pun diperingati sebagai hari kucing sedunia.

Kucing memang salah satu binatang peliharaan yang banyak disukai, termasuk di Indonesia. Menurut laporan dari Rakuten Insight tentang Pet Ownership in Asia pada 2021, kucing menduduki peringkat pertama binatang yang paling banyak dipelihara di Indonesia. Sekitar 47% orang Indonesia memelihara kucing. Di posisi dua ditempati oleh anjing sebanyak 10%.

Menggemaskan buat banyak orang dengan tingkah lakunya, banyak orang yang rela memanjakan kucing-kucing peliharaan mereka. Indah Pudjiastuti termasuk salah satu 'pengabdi kucing' yang rela melakukan apa pun demi hewan berbulu ini. Pertemuan Indah dengan kucingnya diakui ibarat takdir di masa pandemi lalu.

"Ini pertama kalinya aku punya kucing. Sebenarnya kucing ini datang tiba-tiba ke rumah waktu pandemi. Ternyata kalau dilihat-lihat kucingnya lucu, nggak nakal, sopan gitu. Kebetulan sekeluarga suka kucing, jadi ya sudah dipelihara saja," kata Indah kepada DW Indonesia. Ia mengaku awalnya tidak pernah terpikir untuk memelihara. "Tahu-tahu kucing ini datang, kaya ketemu jodoh saja, langsung klik."

Adaptasi kucing kampung di lingkungan

Jika Indah dihampiri si kucing, lain cerita dengan Diah Maunah. Pemilik lima ekor kucing ini mengungkapkan bahwa kucing-kucing peliharaannya ia temukan di pinggir jalan, kemudian dibawa pulang untuk diadopsi.

"Sebenarnya sudah suka kucing dari kecil tapi belum boleh pelihara. Setelah usia 6 tahun, tiba-tiba ibu saya pulang dari pasar sambal membawa dua ekor kucing hadiah ulang tahun. Mungkin dianggap sudah bisa bertanggung jawab."

"Mereka itu selalu menemani saya di rumah, jadi teman ngobrol di saat hanya ingin bercerita, dan saya merasa memelihara mereka itu adalah salah satu cara saya mewaraskan pikiran, mereka bisa melepas stres saya," kata Diah Maunah kepada DW Indonesia.

Sementara pecinta kucing lainnya yang bernama Endro Priherdityo mengatakan bahwa ia sempat memelihara hingga 22 ekor kucing yang berdatangan di sekitar rumahnya. Dia menyebut bahwa awalnya kakak lelakinya menumbuhkan kecintaan pada kucing dengan memeliharanya di rumah.

"Kucingnya datang sendiri ke rumah, ada juga yang lahir di rumah, lama-lama ngumpul. Tapi saat itu saya belum punya pengetahuan untuk urus kucing dan belum punya uang sendiri jadi banyak yang mati juga," kata Endro kepada DW Indonesia.

Dari pengalaman itu, dia bertekad untuk lebih memahami 'dunia perkucingan' dengan lebih baik agar kucing yang kini tersisa empat ekor bisa hidup dengan baik dan sehat.

Anabul, si anak bulu kesayangan

Tak sekadar buat kesenangan, Endro memelihara kucing di rumah sebagai satu cara untuk memperbaiki mood.

"Mereka itu sudah saya anggap anak. Mereka juga bikin saya jadi eling (sadar), bahkan di keluarga saja tidak ada jaminan 100% bakal bahagia terus. Nah, anak-anak ini bakal menetralisir itu. Kadang cuma elus-elus mereka, lihat tingkah konyol, atau lihat mereka tidur dan nggak ngapa-ngapain aja itu udah bikin ketawa sendiri."

Hal yang dirasakan para pecinta kucing tentang meningkatkan mood memang bukan omong kosong. Selain lucu dan memberikan rasa persahabatan, punya hewan peliharaan di rumah terbukti memberikan pengaruh tertentu terhadap pemiliknya.

Menurut penelitian Benefits of Pet's Ownership, yang dimuat di Research Gate pada 2021 lalu, seekor hewan peliharaan akan membantu mengurangi tingkat kecemasan, meningkatkan ketekunan aktivitas fisik, dan meningkatkan interaksi sosial.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini