Pascamengalami kekerasan, gadis remaja itu berada dalam keadan koma di rumah sakit.
Jaringan oposisi lainnya, IranWire, mengatakan telah memperoleh informasi bahwa Geravand dirawat di rumah sakit karena “trauma kepala".
"Sebelum tiba di stasiun metro Shohada, petugas polisi moral perempuan mendekatinya," kata staf Hengaw, Awyer Shekhi kepada CNN.
"(Polisi moral) meminta agar ia menyesuaikan pakaiannya," lanjutnya.
Perintah itu pun memicu pertikaian antara gadis remaja itu dengan polisi moral.
Sebuah video yang diposting di akun Kantor Berita Fars yang berafiliasi dengan Iran, sekelompok gadis terlihat memasuki kereta metro.
Beberapa gadis yang masuk bersama gadis yang tampak tidak mengenakan jilbab.
Sejurus kemudian, video tersebut menunjukkan sekelompok gadis membawa remaja yang tidak mengenakan hijab keluar dari kereta metro.
Gadis itu kemudian ditempatkan di peron metro saat metro meninggalkan stasiun.
Geravand diserang secara fisik dan didorong polisi moral.
Gadis itu pun terjatuh.
“Setelah konfrontasi ini, dia berhasil masuk ke metro, namun kemudian pingsan,” tambah Shekhi.
CNN tidak dapat memverifikasi informasi yang diterbitkan oleh Hengaw dan Iranwire.
(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)